Hari Anak Internasional
Era Digital, Anak Perlu Kegiatan Positif dan Penguatan Mental
emajuan teknologi yang kian berkembang menjadi tantangan bagi anak-anak.Saat ini, anak-anak sudah mengenal media sosial yang isinya sulit untuk dipilah-pilah. .
emajuan teknologi yang kian berkembang menjadi tantangan bagi anak-anak.Saat ini, anak-anak sudah mengenal media sosial yang isinya sulit untuk dipilah-pilah. .
Hari kedua, Minggu (19/11/2017) dalam rankaian memperingati Hari Anak Internasional, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bojonegoro menggelar Pentas Seni (Pensi) Anak Bojonegoro Ceria (ABC) yang menampilkan berbagai pertunjukkan.
Bupati Bojonegoro Suyoto memimpin Upacara memperingati Hari Pahlawan ke-72 tanggal 10 Nopember 2017. Pelaksanaan upacara dilakukan di alun alun yang diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, aparat keamanan baik TNI, Polri, dan jajaran Pegawai Negeri Sipil.
Kegiatan mengheningkan cipta akan digelar secara serentak se-Indonesia pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2017.
Penyandang gelar santri tidak hanya ditujukan kepada seseorang yang pernah mondok di pesantren saja, tetapi siapa pun yang berakhlak santri yang memiliki karakter tawadhu’ kepada Gusti Allah dan tawadhu’ kepada para alim ulama’. Saat ini setiap tanggal 22 oktober diperingati hari santri nasional sejak pemerintah menetapkannya pada tahun 2015. Tujuannya adalah mengenang peran santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI dari penjajahan. Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945.
Sekitar 25 ribu lebih santri putihkan Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Minggu (22/10/2017). Mereka memakai songkok hitam, baju putih dan menggunakan sarung bagi laki-laki, serta kerudung Hitam dan bawahan putih-putih bagi perempuan.
Lagu Subanul Wathon bergema di Alun-alun Kabupaten Bojonegoro. Lagu ciptaan dari KH itu dikumandangkan oleh puluhan ribu peserta Upacara Hari Santri Nasional (HSN), Minggu (22/10/2017).
Sabtu malam, (21/10/3017), Pimpinan Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Giri Bojonegoro mengadakan "Refleksi Hari Santri" di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Ubaidillah, Des Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Upacara Hari Santri Nasional (HSN) digelar di Alun-alun Bojonegoro, Minggu (22/10/2017) pagi dan langsung dipimpin oleh Bupati Bojonegoro. Bupati yang akrab disapa Kang Yoto itu, menjadi inspektur upacara dengan menggunakan peci hitam dan bersorban hijau.
KH Abdul Ghoffar Rozien masih mengingat betul peristiwa bersejarah 22 April 2015. Pada Rabu itu, bertempat di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat tengah dibahas agenda penting. Tema utama yang diusung adalah pembahasan kapan pastinya Hari Santri ditetapkan.