TMA di Bojonegoro Terus Menurun
Setelah sempat mengalami siaga beberapa hari akhirnya kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro mengalami penurunan.
Setelah sempat mengalami siaga beberapa hari akhirnya kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro mengalami penurunan.
Sore ini, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga yang ada Kota Bojonegoro mengalami penurunan. Namun kodisi tersebut masih siaga hijau/satu.
Salah satu warga Dusun Bareng, Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jono dilaporkan hilang di Bengawan Solo sejak Kamis (30/11/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.
Tinggi permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro, mulai turun walau statusnya masih siaga I, yakni 13,30 pheilschall. Debit air melambat hingga dalam tiga jam hanya turun satu sentimer.
Di sekitar wilayah Kota Bojonegoro, ketinggian air Bengawan Solo masih menunjukkan tren naik dari waktu sebelumnya. Tepatnya siaga 1 atau hijau dengan tinggi muka air pukul 21.00 WIB mencapai 13.37 phielscall, Kamis (30/11/2017).
Kenaikan TMA Bengawan Solo disebabkan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir baik di hulu maupun lokal Bojonegoro. Sehingga, Kamis (30/11/2017). pada pukul 12.00 WIB papan duga Karangnongko menunjukkan skala 27.12 pheilschaal. Sedangkan di TBS Kota Bojonegoro menunjukkan skala 13.09 Pheilschaal artinya siaga sijau atau Siaga 1.
Dengan semakin naiknya debit air Bengawan Solo, menjadikan petani di bantaran sungai di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Canga'an, Desa Kabalan dan Desa Piyak menjadi was-was.
Hujan yang terjadi di wilayah hulu, menjadikan Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo di Bojonegoro hampir memasuki siaga hijau. Yaitu ketinggian muka air mencapai 12.89 pheilschaal.
Di bantaran sungai bengawan solo, Rabu (29/11/2017), tepatnya berada di bawah Jembatan Kali Ketek, Desa Banjarejo Kabupaten Bojonegoro. Puluhan warga berbondong-bondong berebut ikan mabuk atau biasa disebut 'Munggut/Pladu'.
Meski kondisi saat ini, Rabu (29/11/2017) pukul 06.00 Wib di wilayah hulu Ponorogo (Sekayu) Tinggi Muka Air (TMA) masuk siaga merah yaitu 50.00 pheilschaal, dan Ngawi (Dungus) masuk siaga kuning yaitu 70.60 pheilschaal, tapi di Bojoengoro terpantau TMA belum terdampak naik secara signifikan.