Stabil, Bengawan di Bojonegoro Siaga Kuning
Meskipun di hulu ketinggian air Bengawan Solo mengalami penurunan sejak dini hari, namun di Bojonegoro kondisi permukaan air bengawan terus naik, Kamis (7/3/2019).
Meskipun di hulu ketinggian air Bengawan Solo mengalami penurunan sejak dini hari, namun di Bojonegoro kondisi permukaan air bengawan terus naik, Kamis (7/3/2019).
Tingginya intensitas hujan yang mengguyur hulu sungai bengawan solo dan hujan lokal di Kabupaten Bojonegoro sejak kemarin, membuat sungai terpanjang di pulau jawa ini meluap.
Ketinggian permukaan air Sungai Bengawan Solo cenderung naik, bahkan tepat pukul 15.00 WIB sore ini, Perusahaan Umum Jasa Tirta I Devisi Jasa Asa III Bengawan Solo mencatat debit mencapai status siaga kuning dengan trend naik.
Masih teringat jelas peristiwa banjir besar yang melanda Kabupaten Bojonegoro pada akhir tahun 2007 memasuki 2008 silam. Kala itu, luapan sungai Bengawan Solo membanjiri semua wilayah bantaran, bahkan kota dan sekitarnya. Termasuk Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
DLH, Polres serta Jajaran Kodim 0813 Bojonegoro dan Masyakat Ikut Pungut Sampah di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Sebanyak 250 orang turut serta dalam Kerja Bakti Bersihkan sampah diarea TBS Kota Bojonegoro. Bersih-bersih sampah sebagai wujud Kepedulian menjaga bengawan solo dari Sampah. Sampah yang ditengah bengawan solo juga turut dipungut oleh Kadin DLH, Kapolres serta Perwakilan dari Kodim 0813 Bojonegoro. Usai sampah dipungut, sampah dijadikan satu menggunakan bak sampah kemudian dikumpulkan jadi satu di Truk sampah.
Longsor atau kerusakan yang terjadi di Bengawan Solo memang diakibatkan karena penambang pasir liar. Bahkan jumlah titik kerusakan yang terjadi di bantaraan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mencapai ribuan titik.
Pencarian korban NST sudah memasuki hari ke-5. Berbagai upaya dan metode dalam menemukan warga asal Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro itu terus bergulir hingga perluasan koordinasi sampai wilayah Widang, juga sebagian besar titik bengawan di hilir Kabupaten Lamongan.
Upaya pencarian tim gabungan SAR, baik dari Basarnas Surabaya, BPBD Tuban, Tagana, SAR Sikatan Ngawi, berikut SAR MTA dalam penyisiran korban, rupanya diselingi berbagai hal unik saat menyisir korban di Bengawan Solo selama empat hari ini.
Bengawan mati merupakan aliran air sungai Bengawan Solo yang putus dan kini airnya mengendap. Tempatnya berada di Desa Pilang, Kecamatan Kanor , Kabupaten Bojonegoro dan berseberangan dengan Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Proses pencarian tim BPBD Kabupaten Tuban terkait aksi nekat seorang warga yang loncat dari Jembatan Glendeng, Jumat (1/2/2019) malam kemarin, hingga siang ini belum juga menemukan titik terang.