Perahu Tambangan di Rengel-Kanor Tenggelam
Selamat dari Malapetaka, Motor Pemberian Anak Tenggelam
Mat Sarmuji (56) terduduk diam dengan helaan nafas cukup teratur usai lolos dari musibah kecelakaan perahu tambangan yang tenggelam.
Mat Sarmuji (56) terduduk diam dengan helaan nafas cukup teratur usai lolos dari musibah kecelakaan perahu tambangan yang tenggelam.
Warga di sekitar Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban penuh haru. Sebab, salah satu balita yang jadi korban perahu tenggelam berhasil selamat.
Update Kondisi Terkini Perahu Tenggelam, Belasakan Korban Belum Ditemukan
Sampai sekarang ini, pengemudi perahu penyebrangan di gemblo, antara Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban yang tenggelam belum ditemukan. Menurut warga di sekitar lokasi kejadian, jika Kasiyan ikut hanyut.
Proses pencarian korban perahu tenggelam di gemblo, antara Desa Semambang, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, sampai saat ini masih dilakukan.
Perkiraan penumpang perahu penyebrangan di gemblo, antara Desa Semambang, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban yang tenggelam diperkirakan belasan orang.
Nahas menimpa perahu penyebrangan di gemblo, antara Desa Semambang, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Saat mau menyebrang, perahu tenggelam.
Detik-detik Perahu Penyebrangan di Kanor Tenggelam
Banyak pihak terlibat dalam proses pencarian penumpang perahu penyebrangan di gemblo, antara Desa Semambang, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban yang tenggelam. Bahkan, perahu penambang pasir yang lokasinya tidak jauh juga langsung bergerak menyisir bengawan untuk membantu evakuasi korban.
Di beberapa tempat di sepanjang Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, banyak tepian sudah tidak lagi landai. Banyak ladang perkebunan, tepi jalan lingkungan serta pekarangan belakang rumah penduduk yang hanya berada beberapa meter saja dari tepian sungai yang kini kebanyakan sudah menjadi terjal akibat longsor.