blokBojonegoroTV
Suasana Malam jelang Dibukanya Jembatan Glendeng
Jelang dibukanya jembatan penghuhung bojonegoro tuban
Jelang dibukanya jembatan penghuhung bojonegoro tuban
Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro digegerkan penemuan mayat yang terapung di Sungai Bengawan Solo setempat. Usai diidentifikasi, ternyata jasad laki-laki itu warga Kabupaten Blora, Minggu (14/1/2024).
Warga Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Solikin (55) yang tenggelam saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo akhirnya ditemukan. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Jumat (5/1/2024) siang.
Fenomena ikan mabuk atau pladu, dimanfaatkan masyarakat sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo untuk mendapatkan ikan. Namun, pada saat pladu di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro diduga 1 orang tenggelam saat mencari ikan, Rabu (3/1/2024).
Fenomena 'Pladu' kembali terjadi di Sungai Bengawan Solo. Fenomena ikan mabuk itu, membuat masyarakat di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu panen ikan. Seperti yang terjadi di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Beberapa hari ini ribuan ikan di Sungai Bengawan Solo terutama di Kabupaten Bojonegoro banyak yang mati. Namun, matinya ribuan ikan itu diduga disebabkan oleh pencemaran limbah. Selain itu, masyarakat juga menilai fenomena itu karena eceng gondok menutupi air bengawan solo.
Ratusan relawan dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bojonegoro membersihkan tumbuhan eceng gondok, yang menutupi permukaan Sungai Bengawan Solo, sepanjang lebih dari 5 kilo meter, Minggu (29/10/2023).
Seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Desa Gayungan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan meninggal di sekitar tempat kejadian
Seorang remaja di Kabupaten Bojonegoro, Nicky Tri Amanando (19) dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, usai bermain di aliran sungai tersebut, kemarin Jumat (13/10/2023).
Sungai Bengawan Solo dipenuhi tanaman Eceng Gondok. Pemandangan tersebut dapat dilihat di sepanjang Sungai Bengawan Solo turut wilayah Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, tepatnya dibawah Jembatan Malo.