Waspada, Sepekan Kedepan Bojonegoro Alami Cuaca Ekstrem
Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mengimbau agar semua pihak waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mulai Senin (27/1/2025) hingga sepekan ke depan.
Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mengimbau agar semua pihak waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mulai Senin (27/1/2025) hingga sepekan ke depan.
Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, ketika musim hujan kebanyakan disertai dengan petir atau kilat yang menyambar-nyambar. Sehingga, bagi masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan harus tahu trik menghindarinya.
Sampai akhir Minggu pertama di Bulan Januari 2025, cuaca ektrem masih mengintai Kabupaten Bojonegoro dan wilayah lain di Jawa Timur.
Sempat surut cukup tajam, sejak semalam kenaikan debet air Bengawan Solo meningkat sangat cepat. Bahkan, tidak sampai 12 jam, kenaikan sampai 1 meter.
Air kiriman dari hulu terus menambah debet tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, pukul 21.00 WIB, ketinggian air di papan ukur Kota Bojonegoro telah menunjukkan Siaga 2 (Kuning).
Suhu rendah dan lembab saat musim hujan, apalagi Kabupaten Bojonegoro tengah menghadapi cuaca ekstrem, jadi tempat favorit virus dan bakteri penyebab penyakit untuk berkembang biak. Selain itu, lingkungan di musim hujan juga dapat menurunkan sistem imun, sehingga kemungkinan infeksi virus dan bakteri cukup tinggi.
Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo tentang ancaman cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Jawa Timur, mendapat perhatian khusus dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Menyongsong target nasional tahun 2024 dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko) melaksanakan Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dalam upaya Optimalisasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) khususnya di Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (12/12).
Hari tanpa bayangan atau kulminasi terjadi di Bojonegoro pada Kamis, 12 Oktober. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena langka ini berlangsung pada pukul 11.19 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan di Jawa Timur. Sehingga masyarakat diharap waspada, apalagi ketika curah hujan sedang tinggi.