Mutasi Pejabat Eselon, ini Kata Ketua DPRD Bojonegoro
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, mengkritik mutasi 35 pejabat eselon di lingkup Pemerintah Kabupaten setempat. Lantaran dinilai kurang efektif.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, mengkritik mutasi 35 pejabat eselon di lingkup Pemerintah Kabupaten setempat. Lantaran dinilai kurang efektif.
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, tidak menyalahkan jika para kontraktor yang menjadi korban gagal bayar proyek pembangunan yang sudah selesai pada 2018 melakukan aksi demonstrasi.
Target peserta Metode Operasi Pria (MOP) atau KB Pria di Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 lalu diklaim meningkat dibandingkan tahun 2017. Untuk 2018 peserta baru MOP atau KB Pria itu ada 21 orang.
- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro diharapkan lebih optimal. Hal itu semestinya bisa dilakukan dengan perbaikan-perbaikan dan terobosan program dari tahun-tahun sebelumnya.
Ribuan warga Bojonegoro dipastikan tidak bisa menyalurkan hak pilihnya saat perhelatan pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 nanti. Sebab mereka Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Bojonegoro tercatat ada 1.040.385 atau 79,4 % dari jumlah total penduduk yaitu sekitar 1.310.805 jiwa.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro telah mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yaitu tercatat ada 1.166 jiwa.
Meskipun pelaksanaan proyek yang sudah selesai dikerjakan pihak ketiga, tetapi para kontraktor yang mengerjakannya masih gigit jari. Pasalnya mereka belum dibayar oleh Pemkab, sehingga DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta Pemkab segera membayarkan utang tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kushariyanto mengatakan, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2018 sebesar Rp2,3 triliun tersebut akan dianggarkan di APBD Perubahan (APBD-P) tahun 2019.
Penampilan ludruk slendro semakin lucu dengan adegan kompeni Belanda yang diperankan dua bule bermama James asal Tanzania dan Khaled asal Syuriah. Mahasiswa semester dua Unair Surabaya ini sangat kocak. Keterbatasan bahasa Indonesia tidak mengurangi semangat menghibur penonton. James maupun khaled mengaku baru pertama bergabung dengan tim ludruk selendro yang digawangi Jalal dkk dari Komunitas Bojonegoro 88 yang tampil di halaman Disbudpar Bojonegoro.