Info Pertanian
Pertanian Ramah Lingkungan, Tingkatkan Produksi dan Tekan Biaya Operasional
Pemkab Bojonegoro terus mengupayakan pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.
Pemkab Bojonegoro terus mengupayakan pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.
Percepatan pengembangan kawasan tebu sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian gula nasional terus dilakukan di Kabupaten Bojonegoro. Strategi menuju ke sana dibahas dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Tebu yang digelar di ruang Angling Dharma gedung Pemkab Bojonegoro, kemarin.
Setiap hari, harga jual tembakau kering di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan tren kenaikan. Terutama di wilayah selatan dan timur sentra pertanian tembakau, salah satunya di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengintensifkan sosialisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini upaya Pemkab memberikan jaminan perlindungan modal kerja bagi petani di tengah ancaman gagal panen.
Tahun 2025 merupakan cobaan berat bagi petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Ada yang beberapa kali tanam baru hidup. Dan bahkan banyak pula yang tidak bisa tanam karena cuaca ekstrem, tepatnya hujan terus menerus.
Pemanfaatan predator burung hantu (tyto alba) untuk mengendalikan hama tikus sawah, terus dilakukan Pemkab Bojonegoro. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten (DKPP), Pemkab me-launching Pengendalian Tikus dengan Pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dan Pelepasan Burung Hantu di Balai Desa Nguken Kecamatan Padangan, Bojonegoro.
Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan program asuransi yang ditujukan bagi para petani padi. Baik pemilik maupun penggarap dengan memberikan kepastian adanya jaminan modal biaya produksi untuk pertanaman berikutnya.