Masuk Musim Hujan, Dinas Kesahatan Himbau Waspadai DBD
Musim hujan sudah mulai terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Kendati pun masih bersifat lokal, namun intensitasnya cukup mampu membuat genangan air.
Musim hujan sudah mulai terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Kendati pun masih bersifat lokal, namun intensitasnya cukup mampu membuat genangan air.
Wabah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro masih merajalela. Pasalnya, ada ratusan penderita penyakit yang disebabkan Nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu dilanda banjir akibat luapan Sungai Pacal dan Sungai Bengawan Solo. Tak pelak banyak penyakit yang menghantui masyarakat bantaran pasca banjir yang terjadi, salah satunya penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD).
Sudah menjadi topik perbincangan masyarakat Bojonegoro, saat musim hujan seperti ini Demam Berdarah Dangue (DBD) menjadi wabah yang yang menyerang berbagai lapisan masyarakat. Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro gencarkan berbagai sosialisasi tentang DBD yang bertujuan mengajak masyarakat agar sadar lingkungan dan bebas DB.
Fogging tidak dilakukan berdasarkan usulan atau pengajuan dari masyarakat saja. Namun, berdasarkan indikasi dari hasil penyelidikan epidemiologi (ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi) oleh tenaga kesehatan masing-masing.
Maraknya penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro belakangan ini, menjadikan banyak pihak turut membantu melakukan pembasmian nyamuk melalui pengasapan atau Fogging. Namun, banyaknya pihak yang turut membantu melakukan fogging menjadikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro melarangnya.
- Kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, masyarakat Bojonegoro tetap diminta waspada.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro bakal menambah mesin fogging, bahan kimia dan pupuk untuk menanggulangi penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) di Kota Ledre.
Sempat menjadi kecamatan tertinggi dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) se-Bojonegoro pada pertengahan Januari lalu, saat ini angka penderita yang terjangkit DBD di Kecamatan Sumberrejo masih terbilang cukup tinggi.
Masyarakat Kabupaten Bojonegoro saat ini sedang waspada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Lantaran untuk bulan Januari 2019 saja ada 211 kasus DB, empat orang diantaranya meninggal akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.