Daulat Budaya Nusantara Awali Perjalanan Budaya di Bojonegoro
Perjalanan Budaya yang digagas oleh Daulat Budaya Nusantara (DBN) mengawali perjalanannya di Bojonegoro, Jumat (28/6/2024).
Perjalanan Budaya yang digagas oleh Daulat Budaya Nusantara (DBN) mengawali perjalanannya di Bojonegoro, Jumat (28/6/2024).
Seiring berkembangnya zaman yang terus memacu untuk mengambil langkah modernisasi. Tapi satu hal yang tidak dapat dilunturkan, yaitu budaya. Menjadi ciri khas di setiap daerah, budaya merupakan komponen penting yang menjadi identitas ketika mempresentasikan suatu daerah hingga bersaing dikancah lokal maupun Internasional.
Menyambut perayaan Hari Menggambar Nasional 2024, Komunitas Drawing Desa Bojonegoro Jawa Timur akan menggelar agenda pameran. Pameran bakal diadakan pada 26 Mei, lengkap dengan pesta penutupan pameran pada 31 Mei 2024.
Tradisi Malam Sanga merupakan salah satu bagian dari malam ganjil dari bulan ramadan pada 10 hari terakhir. Yaitu malam selikur, telulikur, selawe, pitulikur dan malam sangalikur.
Sejak Surat Edaran (SE) Pj Bupati Bojonegoro tentang penggunaan Udheng Motif Obor Sewu khas masyarakat Samin Dusun Jepang untuk ASN di Bojonegoro, rupanya telah cukup lama disuarakan.
Mulai 1 April 2024 mendatang, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro diwajibkan untuk menggunakan Udheng Obor Sewu khas Masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro.
Perayaan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh 2024 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung semarak. Perayaan yang dikemas dalam acara Gemerlap Thamrin, yang diselenggaran di Jalan MH. Thamrin Bojonegoro Sabtu (24/02/2024) malam, menambah suasana makin meriah.
Lestarikan budaya lokal, Pemkab Bojonegoro memindahkan tanah makam leluhur masyarakat Samin, yakni Samin Surosentiko dari Sawahlunto, Sumatera Barat ke Bojonegoro Jawa Timur.
Teater selalu memiliki cara yang unik untuk berkomunikasi dengan audiansnya. Berawal dari kegelisahan kurangnya minat audians untuk datang menonton pertunjukan teater melandasi kelompok Teater Gabud Bojonegoro untuk menghampiri audians di kampungnya.
Rumah arsitektur Kolonial Hindia - Belanda yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro. Rupanya memiliki sejarah apik. Rumah menghadap ke selatan di utara lampu merah itu sekali waktu pada 1957, pernah disinggahi oleh Sang Proklamator, Presiden Soekarno.