Cabai di Sekar Banyak Terserang Hama Mentek
Masa panen cabai tahun ini di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, diprediksi bakal berkurang. Sebab, tanaman cabai di wilayah tersebut banyak yang terserang hama mentek.
Masa panen cabai tahun ini di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, diprediksi bakal berkurang. Sebab, tanaman cabai di wilayah tersebut banyak yang terserang hama mentek.
Nafas tersengal - sengal saat Samini, warga Dusun Blungusan, Desa Setren, Kecamatan, Ngasem tengah beristirahat setelah memetik buah cabai miliknya, Kamis, (3/8/2017) siang di sawah.
Meski musim kemarau, sebagian tanaman cabai di Desa Setren, Kecamatan Ngasem masih tampak subur. Hal itu terlihat buah cabai masih segar dan banyak.
Masih stabilnya cabai dengan harga tinggi membuat para petani cabai di Kabupaten Bojonegoro ikut sumringah. Mereka menggap, harga cabai yang tinggi ini dinilai sebagai sebuah berkah.
Harga cabai rawit di pasaran terpantau masih cukup tinggi, hal itu membuat para petani yang menanam cabai berharap harga tersebut bisa terus naik hingga tanaman mereka siap panen.
Sebagian petani cabai di Sekar, Bojonegoro saat ini mulai diselimuti rasa was-was, sebab tanaman mereka mulai diserang hama mentek.
Pasca lebaran 2017 harga cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan. Hal ini mengikuti di momen lebaran ketupat, stok menjadi minim dan harga mengalami kenaikan.
Kecamatan Sekar memang terkenal dengan tanaman cabai. Musim kemarau tahun ini sebagian petani di Dusun Dibal, Desa Deling, sudah mulai tanam cabai.
Budi, petani Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, lebih memilih menanam cabai daripada tembakau. Dengan alasan hasil panen cabai lebih menguntungkan.
Selain harga cabai yang mulai berangsur turun, sejumlah kebutuhan pokok lain juga ikut turun. Seperti bawang merah, sejak sepekan ini harga bawang merah juga turun. Dari yang sebelumnya dijual Rp35.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram.