Penemuan Bayi di Sungai Ngambon
Ibu Bayi Mengaku Malu, Khawatir Dituduh Serong
LA (30), warga asal Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro terpaksa diamankan polisi lantaran membuang anak kandungnya di pinggir sungai, Rabu (28/3/2018).
LA (30), warga asal Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro terpaksa diamankan polisi lantaran membuang anak kandungnya di pinggir sungai, Rabu (28/3/2018).
Pihak kepolisian tak perlu butuh waktu lama untuk mengamankan pelaku pembuangan bayi di tepi sungai Desa Karangmangu Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya Ibu bayi, LA (30), berhasil diamankan polisi meskipun sempat tidak mengakui darah dagingnya.
Kasus pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan yang terjadi di Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (28/3/2018) di pinggir sungai wilayah setempat, mendapatakan perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro.
Lagi-lagi perilaku biadab oknum orang tua yang tidak bertanggung jawab terjadi di Bojonegoro. Masih ingat dibenak kita tahun 2017 lalu, salah seorang ibu muda tega membunuh darah dagingnya yang baru dilahirkan dan dikubur di pekarangan rumah, bayi tersebut hasil hubungan gelap dangan sang pacar. Setelah itu juga ditemukan sosok bayi yang ditinggal oleh orang tuanya di depan rumah warga yang ada di Kecamatan Baureno.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLH) Bojonegoro melakukan bersih-bersih sampah di sepanjang jembatan wilayah Kecamatan Kalitidu, Jumat (23/2/2018), tepatnya jembatan barat pasar.
Pada musim penghujan ini buah jeruk menjadi primadona tersendiri lantaran banyak dipilih konsumen. Kepada blokBojonegoro.com, pedagang buah yang berada di Pasar Buah Kota Bojonegoro, Yuni, menyebutkan, buah jeruk digemari di musim hujan. Menurut dia, buah jeruk ini digemari karena banyak mengandung Vitamin C sehingga dapat menjaga daya tahan tubuh. "Jeruk kan segar, jadi banyak yang cari," ujarnya.
Menjaga bentuk tubuh tetep indah adalah dambaan setiap orang. Bahkan, banyak orang rela diet atau memakan makanan tertentu utuk menjaga berat dan bentuk tubuh idealnya.
Pasca terungkapnya kasus pembunuh dan pembuang bayi di Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, EA mengakui semua perbuatannya. Namun pacar pelaku yang masih berusia 21 tahun itu tidak dapat diproses hukum.
Pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi di Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, EA mengakui semua perbuatannya. Sebelum jasad bayi yang dilahirkannya di kandang rumah, wanita berusia 21 tahun tersebut rencananya akan membuang darah dagingnya yang sudah tidak bernyawa itu ke Bengawan Solo.
Siapa yang menyangka kalau EA adalah ibu bayi yang jazad dibuang, yang akhirnya ditemukan oleh neneknya sendiri pada Kamis (19/10/2017) lalu.