Skip to main content

Category : Tag: Bsi


Himaprodi PBSI Adakan Semarak Bulan Sastra 2018

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) IKIP PGRI Bojonegoro, mengadakan lomba baca dan cipta puisi dalam rangka Semarak Bulan Sastra 2018 di auditorium kampus jalan panglima polim Bojonegoro, Kamis (26/4/2018).

Launching Website sallyatyasasmi.com

Sally: Masyarakat Bisa Cepat Berinteraksi dengan Kita

Untuk sarana informasi yang efektif dengan maraknya berbagai media, termasuk media sosial, makin menarik minat figur untuk membuka ruang di dunia maya. Salah satunya legislatif muda, Sally Atyasasmi yang juga Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro. Ia membuat inovasi dengan meresmikan website miliknya, www.sallyatyasasmi.com di MCM Bojonegoro, Kamis (27/12/2017).

Melek Media, Sally akan Launching Website

Menjadi politisi tidak hanya dekat dengan konstituennya, tetapi ada inovasi yang menginspirasi banyak orang. Seperti halnya Sally Atyasasmi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), akan melaunching wabsite resmi miliknya, agar masyarakat melek bermedia.

Tiang Listrik Robohi Rumah Warga Pasinan

Karugian Belum Ditaksir, PLN Fokus Perbaikan

Tiang listrik menimpa rumah H. Efendi, warga Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, pada sore tadi pukul 16.15 WIB, Kamis, (19/10/2017).

PNS jangan Pakai LPG 3 Kg

Ketua Dewan: Penjualan LPG Harus Tepat Sasaran

Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berukuran tabung 3 kilogram (Kg), dipastikan tidak bolah digunakan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mitro'atin, menyoroti agar penjualan LPG berukuran tersebut harus tepat sasaran.

Ramai PNS Jangan Pakai LPG 3 Kg, Bagaimana Bojonegoro?

Belakangan ini berbagai daerah di Indonesia sibuk menyosialisasikan dengan surat edaran larangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memakai Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 Kilogram (Kg). Terbaru Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Tingginya Pencurian Disebabkan Rendahnya Pengawasan

Tingginya jumlah pelanggaran listrik disebabkan karena rendahnya tingkat rasio elektrifikasi. Pelanggaran listrik didominasi dari kawasan yang sulit dilairi listrik sehingga mengambil jalan lain untuk melakukan pemasangan listrik dengan cara ilegal.

Jumlah Pelanggaran Listrik Mencapai 103 Pelanggan

Jumlah pencurian listrik di Kabupaten Bojonegoro terus meningkat. Dari pertengahan Juli kemarin jumlah pelanggaran mencapai 72 pelanggan, di akhir bulan Agustus kemarin meningkat mencapai 103 pelanggan. Pelanggan listrik masih kerap menggunakan listrik dengan cara ilegal, yaitu dengan merubah meteran agar penggunaan tidak tercatat.