BPBD Bojonegoro Droping 8.000 Liter Air Bersih
Antisipasi krisis air di sejumlah wilayah, BPBD Bojonegoro telah mendistribusikan 8.000 ribu liter air bersih di wilayah yang kesulitan air.
Antisipasi krisis air di sejumlah wilayah, BPBD Bojonegoro telah mendistribusikan 8.000 ribu liter air bersih di wilayah yang kesulitan air.
Lepas lalu lalang para pengiring Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro meninggalkan area Jl. P. Mas Tumapel hingga kawasan Alun-alun Bojonegoro, tak dipungkiri banyak sampah bekas makanan bertebaran di mana-mana.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP Cipta Karya) terus berupaya membangun sanitasi limbah dan penyediaan air minum bersih melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) di sejumlah kawasan.
Tercatat ada lima desa di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak bulan Agustus lalu.
Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menyiapkan air bersih 400 tangki. Hal itu, dilakukan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi desa yang menjadi langganan kekeringan. Di antaranya sebanyak 19 desa, di 8 kecamatan yang rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbondo Kecamatan Balen pagi ini tampak sibuk gotong royong dalam giat rutin Jumat bersih. Selain perangkat desa, tampak pula ibu-ibu kader Desa Kedungbondo yang membersihkan area Taman Balutan.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan Musyawarah Pertanggungjawaban Program Penataan Sumber Air di Desa Ngunut dan Desa Dander, Bojonegoro Tahun 2021, bersama Ademos sebagai mitra pendamping program.
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 (JTB) Regional Indonesia Timur Sub Holding Upstream menserahterimakan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di bidang kesehatan, yaitu penyediaan fasilitas sanitasi dan air bersih berupa pipanisasi air bersih di Desa Ngemplak, Baureno dan di Desa Gading, Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama LPPM IKIP PGRI Bojonegoro melakukan uji fungsi di dua desa penerima manfaat program penyediaan akses air bersih yakni Desa Wadang dan Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, pada 16 Desember 2021.
Memasuki musim hujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, telah menghentikan penyaluran dropping air bersih. Sebab, desa terdampak kekeringan sudah berhenti mengajukan permintaan air bersih.