Peningkatan Okupansi Hotel Tak Hanya Andalkan Kamar
Bermunculannya hotel-hotel baru di Kabupaten Bojonegoro, tak membuat pengelola hotel lama pesimis dengan peningkatan okupansi. Apalagi, saat ini kamar hotel masih didominasi penghuni lama.
Bermunculannya hotel-hotel baru di Kabupaten Bojonegoro, tak membuat pengelola hotel lama pesimis dengan peningkatan okupansi. Apalagi, saat ini kamar hotel masih didominasi penghuni lama.
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis preium memang sudah jarang dijual di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Terbukti di lima SPBu yang beroprasi di kota hanya dua SPBU saja yang masih menjual premium. yaitu SPBU yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kapas, dan Jalan Sawunggaling, Kecamatan Kota.
Bahan bakar jenis premium mulai langka sejak beberapa bulan belakangan ini di Kabupaten Bojonegoro. Sejumlah SPBU di wilayah setempat mulai tidak menyediakan premium. Di lokasi tersebut para pembeli premium terpaksa mencari alternatif lain seperti pertalite dan pertamax.
Sejumlah hotel mulai memansang strategi untuk menarik minat pengunjung. Pasalnya menjamurnya hotel berbintang di Kabupaten Bojonegoro membuat persaingan semakin terlihat di tengah berakhirnya proyek industri minyak dan Gas (Migas) di Kota Ledre ini.
Sampai saat ini SK pengangkatan komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) masih belum keluar. Di antara komisaris yang mengaku belum mendapatkan SK adalah Agus Supriyanto.
Meski sudah puluhan tahun bergelut dengan dunia pendidikan, hal itu tak membuat Muhammad Asy`ari Ahmad jenuh. Terbukti, hingga saat ini pria kelahiran Bojonegoro, 16 Maret 1957 itu tetap istiqomah menjadi pendidik di Mts-MA Darul Ulum, Pasinan Baureno.
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro turut menyoroti pelantikan Direktur Utama BUMD BBS yang baru. Sebab BUMD BBS dirasa memiliki pekerjaan rumah atau tugas berat dalam menjalankan BUMD, agar mampu menyumbang PAD Kabupaten Bojonegoro.
Keberadaan Direktur Utama (Dirut) suatu perusahaan sangat penting untuk kemajuan usaha. Begitupula Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Dua kali dipimpin Dirut dari luar Bojonegoro, keberadaan PT BBS yang didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih belum moncer.
Mundurnya Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Eddy Fritz Dommingus, memunculkan harapan baru untuk tokoh lokal memimpin perusahaan plat merah tersebut. Harapan itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bojonegoro, Budiono.
ejutan. Itulah yang terjadi ketika Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) kemarin. Sebab, selain dibahas pergantian dua komisaris, ternyata pemegang saham juga menerima pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Eddy Fritz Dommingus.