Banjir Bandang di Desa Kunci
Petir Menggelegar Hingga Listrik Padam Iringi Kedatangan Banjir
Banjir bandang yang menerjang Desa Kunci, Kecamatan Dander pada Rabu (21/2/2018) menjelang tengah malam, tak sebesar banjir pada bulan Nopember 2017 lalu.
Banjir bandang yang menerjang Desa Kunci, Kecamatan Dander pada Rabu (21/2/2018) menjelang tengah malam, tak sebesar banjir pada bulan Nopember 2017 lalu.
Setelah bulan Nopember 2017 lalu diterjang banjir bandang, Desa Kunci, Kecamatan Dander kembali dilanda banjir pada Rabu (21/2/2018) menjelang tengah malam.
Hujan yang mengguyur Kabupaten Bojonegoro dengan intensitas yang lumayan lebat, siang tadi, langsung menimbulkan Banjir sesaat. Seperti halnya yang terjadi di Jalan Kopral Hasan, Desa Campurejo, Kecamatan Kota.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, menginformasikan tren debit air Bengawan Solo naik. Hal itu dikarenakan intensitas hujan tinggi mulai di wilayah hulu sampai hilir.
Ratusan bencana terjadi di Bojonegoro selama tahun 2017 lalu, mulai bencana alam yang terjadi saat musim penghujan hingga kekeringan.
Hujan deras di sejumlah wilayah hulu berdampak debit Bengawan Solo naik dan menjadi ancaman banjir. Seperti terpantau saat ini, tinggi muka air pukul 06.00 WIB di pusat kota hampir menyentuh siaga hijau.
Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan elevasi Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro naik. Diperkirakan hari ini papan duga di kota menyentuh Siaga 1.
Prakiraan hujan yang masih akan mengguyur Kabupaten Bojonegoro dengan intensitas cukup tinggi, bisa menyebabkan berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terus melakukan berbagai persiapan apabila terjadi bencana.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Andik Sudjarwo mengatakan, Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini berada pada skala 12.84 pheilschaal.
Setelah memberlakukan siaga I (13,00 pheilschall) sejak pukul 12.00 WIB, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro terus memantau ketinggian sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.