#blokBojonegoroTV
Sungai Meluap 3 Kecamatan Terendam Banjir
Sungai Meluap 3 Kecamatan Terendam Banjir
Sungai Meluap 3 Kecamatan Terendam Banjir
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro saat ini merangkak naik dan menyentuh siaga 1 atau hijau. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau waspada luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
Selain wilayah Kecamatan Kepohbaru dan Kanor yang terdampak banjir dari air luapan sungai yang melintasi wilayah tersebut, beberapa desa yang ada di Wilayah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro juga terdampak banjir luapan dari sungai rancang.
Akhir tahun 2020 ini warga Kabupaten Bojonegoro harus waspada dengan intensitas curah hujan yang tinggi, selain sewaktu-waktu debit air sungai bengawan solo naik dengan cepat, juga anak sungai yang ada di beberapa wilayah patut diwaspadai karena juga bisa meluap saat tak kuat menampung air.
Intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan debit air yang ada di sungai meningkat, alhasil air hujan yang turun di pemukiman warga tidak bisa mengalir dan membuat sungai meluap karena debit air terus bertambah.
Detik-detik Banjir Bandang Terjang Desa di Sekar
Intensitas curah hujan akhir tahun 2020 di Kabupaten Bojonegoro cukup tinggi, seperti pada Senin sore (28/12/2020), di wilayah selatan Kota Migas tepatnya di di Kecamatan Sekar sebagian pemukiman warga terendam banjir akibat hujan deras.
Intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan air Kali Clumik turut Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro meluap, sehingga mengakibatkan dua titik tanggul jebol.
Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penurunan sejak pukul 12.00 WIB siang tadi, yang menyentuh angka 13.50 WIB Peilschaal. Sedangkan pada pukul 15.00 WIB, berdasarkan papan ukur tinggi muka air Bengawan Solo, yang berada di komplek Taman Bengawan Solo (TBS) di Kelurahan Ledokwetan kembali turun menjadi 13.40 Peilschaal, Selasa (15/12/2020).
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengan Solo di Kabupaten Bojonegoro yang sempat akan menyentuh Siaga 2 (Kuning), kini sudah mulai menujukan tren penurunan dan menyentuh angka 13.50 peilschaal pada pukul 12.00 WIB, Selasa (15/12/2020).