Kebakaran Masih Terjadi di Hutan Dander-Bubulan
Hingga siang tadi, Jumat (4/8/2017), kebakaran di hutan sekitar jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Dender-Bubulan masih terjadi.
Hingga siang tadi, Jumat (4/8/2017), kebakaran di hutan sekitar jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Dender-Bubulan masih terjadi.
Memasuki bulan kemarau, warga Kedungadem mulai beralih ke tanaman tembakau. Sampai saat ini, meski hujan masih sering turun namun tidak membuat sejumlah petani ketar-ketir. Pasalnya pola tanam tembakau di Kecamatan Kedungadem dengan cara meninggikan kontur tanah yang ditanami biji tembakau.
Hingga pagi ini, Rabu (2/8/2018), kebakaran di sekitar jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Dander- Bubulan masih belum padam. Api juga masih menjalar di area hutan.
Selasa (1/8/2017) petang terjadi kebakaran di hutan pinggir jalan Poros Utama Kecamata (PUK) Dander-Bubulan. Bahkan, hingga saat ini api terus menjalar. Namun demikian tidak ada petugas perhutani yang ada pada tempat kejadian. Namun, meski demikian tak tampak petugas Perhutani di lokasi.
Usai mengikuti tes wawancara yang diikuti 12 peserta calon Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Bojonegoro di Surabaya beberapa waktu lalu, sudah resmi diumumkan. Sesuai hasil tim seleksi dari belasan calon dari Kota Ledre diambil enam orang yang dinyatakan lolos.
Industri mebel rumahan milik Ahmad Rosyidi (60) di Desa Pacul RT 01/RW 01 Kecamatan Kota Bojonegoro terbakar, Selasa (25/7/2017). Kejadian berlangsung sekitar pukul 02.15 WIB.
Akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik pada alat genset, mengakibatkan ruang genset di Rumah Sakit Muhammadiyah Sumberrejo terbakar sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu(23/7/2017).
Sejumlah petani tembakau di Kecamatan Kanor, Bojonegoro mengaku resah dengan keberadaan tanaman mereka karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Sebab dalam beberapa hari terakhir, hujan mengguyur wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.
Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.
Dari 63 pendaftar Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Bojonegoro, tidak semuanya lolos verifikasi. Termasuk dari 63 pendaftar yang lolos administrasi hanya 53 pendaftar saja, sehingga mereka yang lolos akan mengikuti seleksi tahap berikutnya.