BBJT Koordinasi Penggunaan Bahasa Indonesia Media Massa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) melakukan koordinasi penggunaan Bahasa Indonesia media massa di Bojonegoro, Selasa (16/7/2019).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) melakukan koordinasi penggunaan Bahasa Indonesia media massa di Bojonegoro, Selasa (16/7/2019).
Salah satu siswa Madrasah Aliyah (MA) Attanwir Talun Sumberrejo, menjuarai Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi dan Nasional. Siswa berprestasi tersebut tak lain adalah Sabrina Franesya Aurelia, siswa asal Kepohbaru yang sekarang duduk di bangku kelas XI MA At-tanwir.
Barangkali masih terbesit di benak Bangsa Indonesia, sebait ikrar yang dibumikan oleh putra-putri terbaiknya 90 tahun silam. Tepatnya pada unsur ke tiga putusan sumpah pemuda yang bunyinya, “Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesiaâ€. Maka seiring dengan lahirnya Indonesia sebagai sebuah bangsa, Oktober juga dicatat sebagai bulan dikukuhkannya bahasa bangsanya, serta secara turun-temurun dirayakan sebagai Bulan Bahasa.
Rembuk Cerpen Sarapan Pagi Penuh Dusta, karya Puthut EA mendapat sejumlah tanggapan, opini, juga sharing tentang nilai intrinsik dan ekstrinsiknya.
Suasana panas dan gerah di Senin (15/10/2018) siang, berubah menjadi sedikit sejuk sekitar pukul 16.00 WIB. Sebab, hujan deras mengguyur wilayah kota Bojonegoro.
Pada acara Rembug Cerpen yang akan digelar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pintar, Jalan Pondok Pinang No 13 Blok F, Sukorejo - Bojonegoro.Senin (15/10/2018) mendatang, bakal dihibur permainan Seruling LaLove.
Bahasa menjadi peranan penting dalam komunikasi, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini dimungkinkan semakin banyak hal yang berkembang di negeri ini. Sehingga para pelajar maupun guru harus bersiap menghadapi tantangan tersebut.
Di zaman yang semakin berkembang, dunia seakan menawarkan kehidupan yang serba modern dan canggih. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat seakan terlena akan kehidupan mewah itu. Tidak dapatdipungkiri bahwa globalisasi membawa dampak positif dari segi ekonomi, politik dan kemudahan berinteraksi. Namun, disamping membawa pengaruh positif, globalisasi juga membawa dampak negatif terhadap penggunaan bahasa daerah yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang kaya akan budaya dan bahasa. Masuknya bahasa asing melalui media-media membuat bahasa daerah menjadi terpinggirkan.
Pentingnya pelajaran Bahasa Daerah tidak bisa dipandang sebelah mata, untuk perilaku siswa. Sehingga, sebagai upaya menenamkan karakter pada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), sebanyak 155 guru sertifikasi negeri maupun swasta di Kecamatan Sumberejo, mengikuti workshop Bahasa Daerah yang diselenggarakan selama tiga hari di SDN Sumberrejo 1.
Sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sebanyak 155 guru sertifikasi dari 41 lembaga SD negeri/swasta di Kecamatan Sumberrejo memperdalam Bahasa Daerah dengan mengikuti workshop di SDN Sumberrejo 1, selama tiga hari.