Skip to main content

Category : Tag: Arak


Fokus PEN 2021: Menanggulangi Pandemi dan Membangkitkan Ekonomi Nasional

Beragam kebijakan ekonomi dilakukan pemerintah pada 2021 ini. Kementerian Keuangan mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 699,43 triliun. Dana ini meningkat dari alokasi sebelumnya yang sebesar Rp 695,2 triliun atau meningkat 20,63% dari realisasi anggaran PEN 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan anggaran ini diharapkan bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional terutama mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2021.

Giliran Petugas Dispendukcapil Lakukan Vaksinasi Tahap Kedua

Sebagai salah satu bentuk pencegahan dan penekanan terhadap Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, pemerintah telah melakukan berbagai upaya salah satunya berupa program vaksinasi. Melalui vaksinasi ini diharapkan bahwa kekebalan tubuh pada kelompok masyarakat dapat segera terbentuk

Menurunkan Kasus Aktif dengan Meningkatkan Kesembuhan dan Menghindari Kematian

Perkembangan kasus aktif di tingkat nasional saat ini berada di angka 12%. Target pemerintah ialah menurunkan angka kasus aktif dengan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 dan menghindari angka kematian. Saat ini jika dilihat secara kabupaten/kota, sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia memiliki hanya 11 - 100 kasus aktif.

Penetapan Kelompok Prioritas Vaksinasi Berdasarkan Hal ini

Program vaksinasi tahap 2 telah dimulai pemerintah. Selain pegawai sektor pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia) ya g menjadi prioritas, tahap 2 ini juga menyertakan profesi guru dan tenaga pengajar sekolah untuk persiapan sekolah tatap muka, serta wartawan dan pekerja media yang dinilai berisiko terpapar Covid-19.

Sejumlah Organisasi Guru Mendukung Vaksinasi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Presiden Joko Widodo hari ini meninjau pelaksanaan vaksinasi yang pertama kali dilakukan kepada 650 pendidik dan tenaga kependidikan termasuk di dalamnya asosiasi profesi guru. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mengurangi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau learning lost akibat pandemi Covid-19, terutama bagi yang paling kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh dan untuk mengakselerasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.