9 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 8 Orang di Bojonegoro
Sempat 3 hari berturut-turut jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro tetap 53 orang, Jumat (5/3/2021) menjadi 52 orang.
Sempat 3 hari berturut-turut jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro tetap 53 orang, Jumat (5/3/2021) menjadi 52 orang.
Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tingkat desa dan kelurahan merupakan model pengendalian yang cukup efektif. Dan hal ini menjadi modal penting mewujudkan Indonesia tangguh bencana.
Dalam kurun waktu 1 tahun penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat pergeseran dalam peta zonasi risiko menunjukkan daerah zona hijau tidak terdampak dan tidak ada kasus baru, jumlahnya semakin berkurang. Perpindahan itu menyebar masuk ke zona merah atau risiko tinggi, zona oranye atau risiko sedang dan zona kuning atau risiko rendah.
Perjalanan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sejak 2020 sudah mencapai 1 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat perkembangan kualitas penanganan di berbagai daerah, apakah berubah ke arah yang lebih baik atau kurang baik.
Perkembangan pasien sembuh per 4 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,1 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.176.356 orang dengan persentasenya di angka 86,4%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.440 orang.
Satgas Penanganan Covid-19 akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait ditemukannya strain virus baru Covid-19 yakni B117 di Indonesia. Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan penjagaan di pintu masuk Indonesia dengan surveilans terhadap pelaku perjalanan internasional.
Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro sejak Selasa (2/3/2021) hingga Kamis (4/3/2021) tetap 53 orang.
Tahun 2021 kini tidak disediakan alokasi anggaran atau pemberian santunan bagi korban meninggal dunia akibat Covid-19. Sebagaimana disampaikan Direktur perlindungan sosial korban bencana sosial, Kementrian Sosial Republik Indonesia.
Setelah vaksinasi dilakukan kepada beberapa kelompok, giliran organisasi masyarakat menerima suntikan vaksin. Termasuk pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro mendapatkan vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.