Stok Kembali Melimpah, Harga Cabai Berangsur Turun
Sempat dipatok dengan harga Rp100.000 perkilogram, harga cabai merah di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai berangsur turun menjadi Rp70.000 - Rp55.000 per kilogramnya.
Sempat dipatok dengan harga Rp100.000 perkilogram, harga cabai merah di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai berangsur turun menjadi Rp70.000 - Rp55.000 per kilogramnya.
Harga cabai di Pasar Kota Bojonegoro masih terus melambung. Harga cabai merah tembus Rp100.000 per kilogram, harga ini sudah terpantau turun dari yang sebelumnya dijual diharga Rp110.000 bahkan sempat berada di harga Rp120.000 per kilogram.
Masyarakat yang menempati sekitar jalur PT.KAI di jalan pondok pinang Desa Sukorejo, yang tergabung Paguyuban Pewaris Bangsa (PPB) melakukan hearing dengan DPRD Kabupaten Bojonegoro. Para perwakilan warga menyampaikan beberapa keinginan masyarakat terkait penolakan rencana reaktifasi jalur Bojonegoro-Tuban.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan terjadinya bencana alam seperti banjir bandang maupun yang lainnya, dengan cara melakukan normalisasi kali. Sehingga sepanjang tahun 2016 setidaknya ada 53 titik kali dinormalisasi.
Melonjaknya harga bahan pokok khususnya cabai direspon oleh Bulog Sub Divre III Bojonegoro yang menggelar operasi pasar bahan pokok di sejumlah lokasi, di tiga wilayah yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.
Di pertengahan bulan Januari ini, Pegadaian Bojonegoro ramai didatangi petani yang ingin menggadaikan barang berharganya. Karena saat tanam, petani memerlukan modal yang lumayan untuk bibit dan biaya tanam.
Setelah aksi solidaritas dalam rangka Hari Aids Sedunia 2016, di Alun-alun Kota Bojonegoro, Minggu (8/1/2017), ratusan anggota Kodim 0813 Bojonegoro melanjuttkan pemeriksaan HIV di aula gedung A. Yani Kodim setempat, Selasa (10/1/2017).
Saat ini unit yang berada di bawah kantor Pegadaian Cabang Bojonegoro berkurang, dari yang sebelumnya ada enam unit pegadaian di tahun 2016 ini hanya tinggal tiga unit, yaitu Padagang, Kalitidu, dan Banjarrejo.
Sampai akhir tahun 2016, Kantor Cabang Pegadaian Kabupaten Bojonegoro mencatat, jumlah pemakaian dana kredit oleh debitur Out Standing Loan (OSL) memenuhi target. Tercatat sampai akhir tahun, OSL sebesar Rp46,9 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp43 miliar.
Berbagai upaya terus dilakukan dalam menanggulangi kasus Kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya kasus HIV-AIDS di Kota Ledre setiap tahunnya mengalami peningkatan.