Jelang Lebaran, Pasar Kota Bojonegoro Padat Pembeli
Menjelang Lebaran, tradisi masyarakat membeli baju baru semakin menambah pesat. Selain di berbagai pusat perbelanjaan toko dan supermarket, pasar pun tak kalah ramainya diserbu banyak masyarakat.
Menjelang Lebaran, tradisi masyarakat membeli baju baru semakin menambah pesat. Selain di berbagai pusat perbelanjaan toko dan supermarket, pasar pun tak kalah ramainya diserbu banyak masyarakat.
Penyebaran Covid-19 sampai saat ini belum menunjukan trend penurunan. Tentunya hal ini akan menambah lama dampak pandemi Covid-19. Berbagai program sudah dilakukan oleh Pemkab. Bojonegoro, antara lain melalui program padat karya di sektor pertanian.
Hampir setiap tahun, sebagian masyarakat Jawa melakukan tradisi nyadran. Nyadran sendiri merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Jawa.
Jumlah pendaftar Calon pengatin (Catin) secara online yang per tanggal 1 hingga 23 April 2020, tercatat sebanyak 1.281 orang, Dari jumlah itu pasangan yang akan melakukan akad nikah pada malam songo ada ratusan pasang.
Sampai saat ini, berbagai tradisi Jawa masih dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Budaya tersebut berdampingan dengan kebiasaan luhur warga beragama.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau Jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Tradisi tersebut sudah menjadi salah satu bagian dari masyarakat yang sangat lekat dengan budaya Jawa.
Dulu dan sekarang memang berdeda, terlabih lagi bisa dilihat dari kondisi lalu lintas yang setiap tahun kian padat, seperti halnya di tahun 2019 ini sudah sangat berbeda dengan kondisi lalu lintas di awal tahun 2000.
Arus lalu lintas di Bojonegoro jalur Bojonegoro-Babat dari tahun ketahun memang berbeda dan semakin padat, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap jarak tempuh.
Dulu, dari Kota Bojonegoro sampai Pasar Kecamatan Sumberrejo, hanya butuh waktu 15 menit. Itu dulu dan dulu sekali. Tapi, sekarang waktu 30 menit atau bahkan 45 menit dibutuhkan untuk menempuh jarak itu.
Bayi mendapat nutrisi dari air susu ibu (ASI) atau susu formula pada awal usianya. Kemudian dalam tahap perkembangannya, bayi harus mulai dikenalkan pada makanan padat dengan tekstur yang lebih kasar.