Para pedagang mulai menjajakan barang dagangannya menyambut perhelatan laga persahabatan, antara Persibo vs Persema nanti sore di Stadion Ledjend H Soedirman, Minggu (23/4/2017) pukul 15.30 WIB.
Demi mengenalkan dampak penyakit HIV/AIDS sejak dini, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan STIKes ICsada Bojonegoro mengadakan perlombaan mewarnai tentang HIV/AIDS, di Balai Desa Gayam,Sabtu (22/4/2017).
Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama kepala desa, Puskesmas Gayam, dan Pemerintah Kecamatan Gayam melakukan monitoring bersama program jamban sehat. Monitoring dilakukan di lima desa di kecamatan setempat pada Kamis (20/4/2017) antara lain Desa Cengungklung, Manukan, Sudu, Beged, dan Desa Ngraho.
Sebagai daerah penyandang kawasan agropolitan bersama dengan dua kecamatan lainnnya,Yakni Kecamatan Kapas dan Kalitidu, Kecamatan Dander akan membuka wisata baru berbasis kebun buah di Desa Kunci dan Desa Sumberarum.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah 2 Jalan Untung Surapati berlangsung sederhana. Meski begitu, lomba yang diikuti wali murid dan siswa ini terlihat meriah.
Setelah berjalan beberapa bulan dengan serangkaian kegiatan di keluarga, Program Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS (GeMas HIV/AIDS) hasil kemitraan Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memasuki aksi bersama. Yakni melibatkan banyak pihak dan warga empat desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro hanya bisa gigit jari, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, namun pesimis menentukan target proyeksi pendapatan pajak. Kemandirian keuangan Kabupaten Bojonegoro masih rendah, dibanding dengan tiga sumber pendapatan lainnya.
Menanamkan prilaku cinta lingkungan bersih dan nyaman di sekolah membuat suasana belajar menjadi sangat berkesan, sehingga merangsang setiap siswa dapat mengkreasikan kreatifitas masing-masing. Disamping itu, hal tersebut juga untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata.