Skip to main content

Category : Religi, Sastra & Budaya


Sejarah Desa di Bojonegoro

Pemimpin Desa Bumirejo Dari Masa 1873

Dari waktu ke waktu, suatu periodesasi selalu berganti pejabat serta kebijakan, para pemerintah baik itu tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten atau kota sampai tingkat desa. Meskipun ada yang lima tahun semisal dari presiden sampai bupati dan walikota, akan tetapi untuk Pemerintahan Desa memiliki masa jabatan satu periode itu selama 6 tahun oleh karena itu setiap desa pasti ganti dari jaman penjajahan hingga kini di masa orde reformasi, begitupula dengan Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro selalu berganti dari masa ke masa.

Manbaul Ulum Bulu Bersholawat

Setiap tahun tepat pada bulan Robbiul awal umat muslim Indonesia selalu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara tergantung budaya setiap daerah di Indonesia.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Dulu Bernama Pirang, Sumberarum Terdiri dari 2 Desa

Konon pada zaman dahulu kala sebelum kemerdekaan di masa penjajahan Belanda bahkan dimasa-masa Kerajaan, Desa Sumberarum ini bernama Pirang yang tergabung antara 2 desa yaitu Desa Kunci dan Desa Sumberarum itu sendiri. Kemudian pergantian nama Desa Sumberarum ini di masa Adipati Reksokusuma.

Asal Mula Desa Buntalan dan Situs Fosil Jadi Kekayaan yang Terpendam

Mayoritas desa di dalam Kabupaten Bojonegoro memiliki dukuh yang lebih dari dua dukuh. Salah satunya berada pada Desa Buntalan, yaitu Dukuh Sampang dan Dukuh Buntalan, menurut sumber dari salah satu tokoh yang bergabung pada pemerintahan Bojonegoro Mbah Supangat mengungkapkan bahwa dikarenakan Dukuh Buntalan lebih tua dari pada Dukuh Sampang sehingga dipergunakan sebagai nama desa. Dalam sejarah dukuh berarti rukun warga ( RW), akan tetapi masyarakat tetap menggunakan kata dukuh dalam suatu wilayah desa.

Keramat Mbah Kobot Desa Tondomulo

Mbah Kobot salah satu sesepuh yang berjasa membuka cakrawala berpikir bagi warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Ludruk Angling Dharma Tampilkan Lakon Pendekar Lor Kali

Pagelaran Ludruk Angling Dharma berjudul "Pendekar Lor Kali" (Sarip Tambak Oso) disambut antusias oleh sejumlah penonton yang hadir, pada Jum'at (8/9/2023). Tak ayal, ribuan penonton dari mulai kalangan anak muda, orang dewasa, tokoh masyarakat hingga akademisi merasa sangat puas dengan penampilan Ludruk asal Kabupaten Bojonegoro yang diramu Seniman Senior Desa Sugihwaras Pak Yantok Munyuk sapaan akrabnya Suyanto.

Mbah Abdullah Sambiroto yang Masih Jalur Sunan Bejagung

Salah satu tokoh penyebar Islam di sekitaran jantung Kota Bojonegoro terdapat Mbah Abdullah atau Mbah Suyrgi. Makamnya ada di belakang Masjid Abdullah, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Pemberdayaan UMKM Keumatan jadi Program Prioritas MWC NU Sugihwaras

Pasca Konfresi berdasarkan AD/ART dan PERKUM usai maka tim 9 atau tim Formatur mengadakan pertemuan-pertemuan untuk membahas kepengurusan dengan benar-benar selektif. Karena kepengurusan yang diinginkan ke depan ini adalah pengurus yang siap diajak mengabdi dan bekerjasama untuk membangun NU khususnya MWC NU Sugihwaras.

Cerita Desa Bulu, Dulunya Adalah Hutan Belantara

Handoyo Sekretaris Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro menceritakan awal mula nama Desa Bulu menurut cerita nenek moyang atau para sesepuh disini itu karena banyaknya pohon bulu.