Skip to main content

Category : Berita Sebelumnya


Kolom

Peran Stakeholder untuk Mengatasi Kekerasan Seksual

Beberapa Minggu terakhir, Kabupaten Bojonegoro seakan kehilangan napas. Berita demi berita tentang kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandung dan ayah tiri, tiga kasus sekaligus terhadap anak-anak mereka sendiri, menghentak ruang batin masyarakat, dan belum lama ini juga menyusul kakek tiri cabuli cucunya.

Inilah 3 Desa di Bojonegoro yang Anti Korupsi

Tiga desa di Kabupaten Bojonegoro kembali menyumbang partisipan Desa Antikorupsi. Penghargaan atas capaian ini diberikan saat puncak peringatan Hakordia 2025, kemarin di Jalan P. Mas Tumapel Bojonegoro.

Tingkatkan Integritas dan Spiritualitas, 225 Guru Madrasah di Bojonegoro Ikuti Pelatihan “Sholat Bahagia”

Upaya meningkatkan kompetensi sekaligus spiritualitas guru madrasah terus dilakukan Kementerian Agama. Senin (8/12/2025), ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Bojonegoro mengikuti Pelatihan Terapi Sholat Bahagia Batch 8 yang menjadi bagian dari Program Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM) dan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru (Kata Siguru) KKG–MGMP Rumpun PAI Madrasah Provinsi Jawa Timur.

SAKIP di 5 OPD di Kabupaten Bojonegoro Raih Kategor A

Lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meraih kategori A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penyerahan penghargaan dilaksanakan bertepatan dengan pucak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, kemarin di Jl P Mas Tumapel Bojonegoro.

Waspada Bencana di Bojonegoro

Gerak Cepat Tangani Dampak Bencana Longsor di Bubulan

Gerak cepat tangani kejadian longsor di Dusun Clebung RT 03/RW 01, Desa Clebung Kecamatan Bubulan, Bojonegoro dilakukan aparatur kecamatan setempat. Bencana longsor ini diakibatkan intensitas hujan tinggi dan aliran air sungai yang deras dan mengakibatkan terkikisnya tanah tebing.

Olimpiade Matematika Ricuh

Panitia Olimpiade Matematika SD/MI Bojonegoro Disebut Miliki Niat Menipu

Panitia penyelenggara Olimpiade Matematika tingkat SD/MI di Gedung Serbaguna Kota Bojonegoro yang berujung ricuh dan dihentikan, disebut memiliki niat menipu publik. Sebab, data peserta yang dilaporkan ke polisi, dan realita di lapangan tidak sesuai.