blokBojonegoroTV
Hujan Mulai Turun, Harga Tembakau Mulai Menurun
Hujan Mulai Turun, Harga Tembakau Mulai Menurun
Hujan Mulai Turun, Harga Tembakau Mulai Menurun
Memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September, Bakal calon bupati (Bacabup) Bojonegoro, Setyo Wahono melakukan panen raya padi dan rembuk tani bersama petani di persawahan Pulo Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kamis (19/9/2024).
Hari Tani Nasional biasa dirayakan tanggal 24 September setiap tahunnya. Demikian halnya yang dilakukan para petani yang ada di wilayah operasi Lapangan Banyu Urip Kecamatan Gayam, dan Lapangan Kedung Keris Kecamatan Kalitidu. Mereka merayakan lebih awal di Lahan Praktik Sekolah Lapangan Dusun Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (18/9/2024).
Hari Kamis (12/9/2024) sekitar pukul 06.00 WIB, sepuluh orang bapak-bapak petani tergopoh-gopoh pergi ke sawah. Rupanya, mereka hendak pergi ke lahan semangka milik Pak Tangkis, salah satu petani di Desa Gayam. Mereka bergotong-royong mendirikan gubuk sederhana, serta memasang banner yang menjelaskan proses belajar yang telah mereka lalui.
Curah hujan dengan intensitas sedang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut, membuat harga tembakau kering rajang di tingkat petani mengalami penurunan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, menyebutkan sekitar 24.800 hektar areal sawah yang tersebar di sejumlah Kecamatan, telah tercover program asuransi pertanian atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Pada hari Minggu (18/8/2024), petani dari 8 desa di Kecamatan Gayam dan Kalitidu, mengikuti Sarasehan Petani Ramah Digital yang diselenggarakan oleh Yayasan Daun Bendera Nusantara (Field Indonesia), mitra program operator Lapangan Banyu Urip ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Memasuki kemarau para petani di Kabupaten Bojonegoro, mulai menanam bibit tembakau. Namun para petani tersebut berharap, musim hujan masih ada karena awal tanam tetap membutuhkan air.
Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba Tani binaan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, bersama mitra pelaksana program melakukan panen perdana tanaman jagung di sekitar Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).
Perkenalan Mujito dengan melon berawal dari ketidaksengajaan. Di tahun 1995, Mujito bermain ke rumah temannya di Kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di sanalah, ia kemudian disuguhi buah melon yang baru dikupas saat dirinya tiba. Itu pertama kalinya Mujito melihat dan makan buah melon.