Jelang Idul Fitri 1439 Hijriyah
Penumpang di Terminal Rajekwesi Meningkat 40 Persen
Peningkatan kedatangan arus mudik di terminal Tipe A Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro mulai tampak, sejak Minggu (10/6/2018) malam kemarin.
Peningkatan kedatangan arus mudik di terminal Tipe A Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro mulai tampak, sejak Minggu (10/6/2018) malam kemarin.
Pengawasan armada bus Antar Kota Dalam Provinsi - Antar Kota Antar Provinsi (AKDP-AKAP) diterminal perlu ditingkatkan, dengan ditempatkannya petugas pengawasan. Namun terminal Rajekwesi Bojonegoro belum ada penyidik dan penguji kendaraan di terminal.
Menjelang hari raya Idul Adha, PT. KAI Daop 8 Surabaya sudah bersiap mengantisipasi adanya lonjakan penumpang. Sehingga badan usaha plat merah yang menangani jasa transportasi kereta api (KA) di wilayah Surabaya itu menyiapkan KA tambahan.
Memasuki puncak arus balik 2017 penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro mengalami peningkatan. Bahkan lonjakan penumpang di terminal tipe A itu mengalami peningkatan 200 persen lebih pada hari Minggu (2/7/2017).
Kereta Api (KA) menjadi transportasi yang paling diminati para pemudik. Sehingga selama mudik-balik 2017 penumpang mengalami peningkatan termasuk di Kabupaten Bojonegoro, meskipun hanya satu persen.
Menjelang akhir libur panjang lebaran 2017, jumlah penumpang di stasiun Bojonegoro mulai mengalami penurunan. Setelah pada Kamis (29/6/2017) jumlah penumpang yang naik 1.528 dan yang turun 1.082, sedangkan Jum'at (30/6/2017) jumlah penunpang menurun menjadi 1.469 penumpang naik dan yang turun 920.
Penumpang di stasiun Kabupaten Bojonegoro terpantau stabil atau seperti hari-hari biasa. Di momen lebaran, penumpang asal Kota Ledre kebanyakan mengambil jurusan jarak jauh yaitu Jakarta dan Malang.
Penumpang di stasiun Kabupaten Bojonegoro terpantau stabil atau seperti hari-hari biasa. Pasalnya, penumpang kereta api saat ini dibatasi sesuai dengan tempat duduk yang sudah disediakan.