Jatim Perketat Operasi Yustisi di Setiap Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperketat operasi yustisi untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 yang terus meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperketat operasi yustisi untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 yang terus meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Setelah mengalami kelonjakan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 30 orang, hari berikutnya, Jumat (18/12/2020) jumlahnya meningkat lagi dengan tambahan 27 orang, dan 1 orang meninggal dunia. Sedangkan pasien sembuh bertambah 9 orang.
Jumlah kasus baru Positif Covid-19 di Jawa Timur, Jumat (18/12/2020) bertambah sebanyak 819 pasien.
Kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro dalam satu minggu terakhir melonjak tajam. Bahkan pada hari Kamis, (17/12/2020) pertambahan kasusnya dalam sehari mencapai 30 orang yang terkonfirmasi positif.
Memasuki pengunjung tahun yang seperti ini, membuat banyak orang mengeluhkan harga bahan pokok yang semakin tak karuan. Ditambah lagi dengan musim penghujan yang biasanya membuat banyak bahan pokok melunjak naik karena banyak dari petani yang gagal panen, dan banyak pula bahan pokok yang membusuk.
Harga komoditas jenis cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro tak kunjung mengalami penurunan harga setelah kemarin menduduki posisi harga Rp55.000 perkilogram. Justru pada hari ini, Senin (14/12/2020) harga cabai terpantau meroket hingga Rp60.000 perkilogram.
Saat Emak-emak Rempong Berangkat Ke Pasar
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar pasar murah kebutuhan pokok di halaman Barkorwil Bojonegoro selama dua hari, Jum'at - Sabtu (11-12/12/2020). Pasar murah tersebut digelar untuk menstabilkan harga menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menggelar pasar murah saat harga bahan pokok yang ada di pasaran mulai melambung.
Susi, Pemilik Warung Makan di pasar Kota Bojonegoro ini memiliki banyak pelanggan. Ia berjualan sejak tahun 80 an hingga sekarang. Nenek dengan 10 cucu asal Pasuruan ini mengungkapkan bahwa ia berjualan sejak masih muda.