900 Peserta Ikuti MTQ Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 di Tiga Zona
Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah membuka kegiatan di zona barat

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bojonegoro untuk zona barat berlangsung di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Bahroin, Desa Pengkok, Kecamatan Padangan, kemarin. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pembinaan peserta secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Sejak tahun 2026 saya diamanahi sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Bojonegoro. Salah satu gagasan yang ingin kami lakukan adalah menghidupkan kembali kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Bojonegoro,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, saat memberi sambutan.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ tahun ini dibagi menjadi tiga zona, yakni zona timur, zona barat, dan zona tengah. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti setiap zona.

Zona timur diikuti sekitar 286 peserta, zona barat sebanyak 288 peserta, sedangkan zona tengah diperkirakan mencapai sekitar 300 peserta. Dengan demikian, hampir 900 peserta mengikuti rangkaian MTQ tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun 2026.

“Respons masyarakat ternyata sangat luar biasa. Dari tiga zona, hampir 900 peserta mengikuti MTQ. Ini menjadi modal yang baik untuk melakukan pembinaan lebih serius,” jelasnya.

Nurul Azizah menegaskan, MTQ tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan. Namun  juga menjadi pintu masuk menemukan dan membina kader-kader terbaik Bojonegoro agar mampu berkompetisi pada tingkat provinsi hingga nasional.

Ia berharap, setelah proses seleksi zona selesai, peserta terbaik mendapatkan pembinaan secara lebih intensif. Termasuk peningkatan kualitas dewan hakim agar memiliki standar penilaian yang sejalan dengan tingkat provinsi maupun nasional.

“Dari para peserta tersebut akan kami lakukan persiapan dan pembinaan secara lebih serius. Kami ingin membentuk kader-kader terbaik yang nantinya dapat mewakili Bojonegoro dalam ajang MTQ tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” tuturnya.

Nurul Azizah juga menilai pembinaan generasi Qur’ani menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bojonegoro menghadapi perkembangan zaman.

“Perang tidak lagi hanya berupa perang fisik. Persaingan saat ini lebih banyak berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, SDM anak-anak kita harus diberikan pembekalan yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendidikan agama dan pembentukan mental perlu berjalan beriringan dengan pendidikan umum. Hal tersebut sejalan dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam memilih pendidikan bagi anak.

“Orang tua sekarang menginginkan pendidikan yang tidak hanya memberkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki fondasi mental dan pendidikan agama,” ujarnya.

Karena itu, Nurul Azizah mendorong agar pembinaan kemampuan Al-Qur’an juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan anak-anak. Salah satunya melalui pemberian penilaian dan sertifikat bagi anak yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.

“Selaku Ketua LPTQ, kami ingin memberikan penilaian dan sertifikat kepada anak-anak yang memiliki kemampuan dalam hafalan Al-Qur’an. Diharapkan sertifikat tersebut menjadi bukti kompetensi yang dapat digunakan ketika mereka melanjutkan pendidikan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Dian Rohmawati menyampaikan, pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten melalui tiga zona menjadi upaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta dari berbagai wilayah.

Untuk zona barat, sebanyak 288 peserta mengikuti rangkaian seleksi. "Peserta berasal dari delapan kecamatan, yakni Padangan, Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, Kasiman, Kedewan, Gayam, dan Purwosari,"imbuhnya.

Menurut Dian, pelaksanaan MTQ secara berjenjang dan berbasis zona diharapkan dapat memudahkan proses seleksi sekaligus pembinaan peserta. Peserta terbaik nantinya dapat dipersiapkan untuk mengikuti tahapan berikutnya di tingkat Kabupaten Bojonegoro. [feb]