Waspada Corona, Jangan Panik
Pekerja Migas di Bojonegoro Jalani Rapid Tes
Sejumlah pekerja Migas di Kabupaten Bojonegoro menjalani pemeriksaan rapid test (pemeriksaan cepat) virus Corona/Covid-19 di Griya Dharma Kusuma, Bojonegoro, Senin (6/4/2020).
Sejumlah pekerja Migas di Kabupaten Bojonegoro menjalani pemeriksaan rapid test (pemeriksaan cepat) virus Corona/Covid-19 di Griya Dharma Kusuma, Bojonegoro, Senin (6/4/2020).
Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 5 April
Sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari luar kota, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan pemberhentian Bus Umum di 14 titik.
Pengurus Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Balen turut andil dan berperan aktif khususnya dalam menanggulangi dan pencegahan virus corona atau COVID-19. Kegiatan serentak yang dilakukan oleh Pengurus Ranting (PR) Pagar Nusa terebut berlangsung pada Minggu (5/4/2020).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, rilis terbaru data sebaran Covid-19 di Kota Migas hingga 5 April 2020 pukul 15.00 Wib, menunjukkan angka yang melegakan.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, mulai 2 April 2020 menghentikan layanan permohonan akad pernikahan. Penghentian layanan akad nikah tersebut merujuk surat edaran nomor : P-003/DJ.lll/Hk.00.7/04/2020, tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Setiap hari bakal membatasi semua pelayanan maupun penyelesaian sidang perkara, selama pandemi Virus Corona masih berlangsung. Hal itu, demi menjaga keselamatan dan mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro.
Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, petugas gabungan dari TNI-Polri dan polisi pamong praja di Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro membubarkan warga yang sedang berkumpul di pasar kambing. Tim gabungan meminta dengan persuasif para pedagang dan pembeli untuk membubarkan diri.
Munculnya virus Corona atau Covid-19, secara tidak langsung juga berdampak pada usaha penjualan jamu tradisional dan juga pedagang rempah-rempah (empon-empon).
Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 4 April