Gotong Royong dan Inovasi Bawa KTT Srono Makmur Raih Juara 1 Agribisnis Peternakan
segenap tim KTT Srono Makmur berswafoto ria usai meraih Juara 1 Lomba Manajemen Agribisnis Peternakan Komoditas Kambing dan Domba Tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Di tengah anggapan bahwa usaha peternakan hanya sebatas pekerjaan turun-temurun, Kelompok Tani Ternak (KTT) Srono Makmur di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, justru membuktikan hal sebaliknya. Melalui tata kelola yang rapi dan semangat kolaborasi, kelompok ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Manajemen Agribisnis Peternakan Komoditas Kambing dan Domba Tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.

Prestasi tersebut bukan sekadar trofi yang dibawa pulang. Penghargaan itu menjadi pengakuan bahwa peternakan rakyat mampu berkembang menjadi usaha yang profesional apabila dikelola dengan manajemen yang baik. Mulai dari organisasi kelompok, pemeliharaan ternak, penyediaan pakan, pengelolaan kesehatan hewan, hingga administrasi usaha dijalankan secara tertib dan berkesinambungan.

Di balik capaian itu, ada semangat gotong royong yang terus dijaga para anggota kelompok. Pembina KTT Srono Makmur, Sulistiyo Nurul Cahyanto, S.H., menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan karena peran satu atau dua orang.

"Kemenangan ini bukan milik perorangan, melainkan buah dari keringat dan kekompakan seluruh warga serta anggota kelompok. Gotong royong adalah modal utama kami. Ketika anak muda mau turun tangan, berinovasi, dan saling mendukung, desa tidak lagi menjadi penonton, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Semangat itu kemudian diterjemahkan dalam filosofi "Muda Berkarya, Berjaya di Desa" yang menjadi pegangan kelompok selama mengembangkan usaha peternakan kambing dan domba. Bagi mereka, desa bukan lagi tempat yang ditinggalkan anak muda, melainkan ruang untuk menciptakan peluang ekonomi melalui inovasi di sektor peternakan.

Keseriusan tersebut terlihat dari sistem manajemen yang diterapkan. Dalam penilaian lomba, KTT Srono Makmur dinilai unggul karena mampu mengintegrasikan berbagai aspek usaha peternakan, mulai pemanfaatan pakan berbasis bahan lokal, pengembangan bibit unggul, pengelolaan kesehatan ternak, hingga pencatatan administrasi dan keuangan yang transparan.

Pemerintah Desa Sumberbendo pun menyambut baik capaian tersebut. Sekretaris Desa menilai penghargaan itu merupakan buah dari konsistensi kelompok dalam membangun usaha peternakan sekaligus memberdayakan masyarakat.

"Pemerintah Desa Sumberbendo memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi KTT Srono Makmur dalam menjaga kualitas dan dedikasinya terhadap kemajuan peternakan desa serta pemberdayaan masyarakat di Desa Sumberbendo," katanya.

Bagi KTT Srono Makmur, gelar juara bukanlah garis akhir. Kelompok ini telah menyiapkan langkah lanjutan agar manfaat yang dirasakan tidak berhenti pada prestasi. Sejumlah program seperti pelatihan bagi masyarakat, penyediaan bibit unggul, peningkatan kualitas produksi, hingga membuka peluang kerja baru di desa akan terus dikembangkan.

Harapannya, keberhasilan yang diraih mampu menjadi pemantik semangat bagi kelompok tani ternak lain di Bojonegoro. Sebab, ketika peternakan dikelola dengan inovasi, disiplin, dan kebersamaan, sektor ini tidak hanya menghasilkan ternak berkualitas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [feb/mad]