Rumah Sakit Harus Jadi Prioritas, DPRD Jatim Minta PLN Lakukan Clustering
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas mendorong Pemprov Jawa Timur bersama PLN melakukan pengelompokan prioritas dalam skema pemadaman listrik bergilir (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur mendapat perhatian dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera berkoordinasi dengan PLN agar fasilitas vital, khususnya rumah sakit, tidak terdampak pemadaman.

Menurut Puguh, gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir diduga berkaitan dengan kendala pasokan batu bara kalori menengah pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kondisi tersebut berpengaruh terhadap operasional pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur.

"Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tentu menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Yang paling perlu menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap objek-objek vital, khususnya layanan kesehatan," ungkap Puguh, Selasa (23/6/2026).

Ia menilai sektor kesehatan menjadi layanan yang paling rentan ketika terjadi gangguan pasokan listrik. Meski sebagian besar rumah sakit telah dilengkapi genset cadangan, proses perpindahan sumber daya listrik tetap berpotensi mengganggu operasional peralatan medis yang membutuhkan kestabilan daya.

"Di rumah sakit ada banyak layanan kritis yang sangat bergantung pada kestabilan listrik. Alat-alat elektromedis di ruang ICU, NICU, dan ruang operasi membutuhkan suplai listrik yang stabil," jelasnya.

Karena itu, Puguh mendorong Pemprov Jawa Timur bersama PLN melakukan pengelompokan prioritas dalam skema pemadaman listrik bergilir. Menurutnya, rumah sakit harus masuk kategori fasilitas yang dikecualikan dari pemadaman karena menyangkut keselamatan pasien.

"Saya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan clustering terhadap objek-objek vital. Rumah sakit harus menjadi prioritas utama yang dikecualikan dari pemadaman listrik bergilir," tegasnya.

Puguh menambahkan sejumlah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dan RSUD dr. Soedono Madiun, memiliki layanan intensif dan kegawatdaruratan yang beroperasi selama 24 jam. Oleh karena itu, pasokan listrik yang stabil menjadi kebutuhan mutlak agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

"Rumah sakit-rumah sakit besar milik Pemprov memiliki layanan intensif dan kegawatdaruratan. Stabilitas listrik menjadi kebutuhan mutlak agar pelayanan kesehatan tidak terganggu," tandas Puguh. [Feb/mu]