Tim Pendamping KNGI Kunjungan Lapangan, Wujudkan Geopark Bojonegoro Menuju UGGp
Kunjungan lapang pra validasi Geopark Bojonegoro

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com - Untuk mewujudkan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan internasional terus dimatangkan. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan lapang pra validasi Geopark Bojonegoro yang digelar Kamis (18/06/2026). 

[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja] 

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi evaluasi Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) sekaligus simulasi penilaian lapangan yang melibatkan tim pendamping dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta para stakeholder lainnya.

Rombongan mengawali kegiatan di Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro. Di tempat ini, peserta meninjau sejumlah fasilitas dan memperoleh penjelasan mengenai geodiversity, biodiversity, sejarah kehidupan, serta berbagai informasi pendukung yang menjadi bagian dari identitas Geopark Bojonegoro sebelum melanjutkan kunjungan ke sejumlah situs di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Rudy Suhendar, bersama tim pendamping memberikan berbagai masukan dan evaluasi terhadap kesiapan Geopark Bojonegoro dalam menghadapi proses validasi. Menurutnya, narasi yang disampaikan di setiap situs perlu dibangun secara runtut dan mampu menonjolkan keunikan Geopark Bojonegoro. 

"Bojonegoro memiliki karakter yang khas melalui cekungan migasnya. Ini perlu menjadi kekuatan yang ditampilkan dalam setiap penjelasan kepada pengunjung maupun asesor," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Hanang Samodra dari BRIN turut memberikan penguatan materi dan strategi interpretasi situs kepada tim pengelola geopark. Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara aspek geologi, hayati, dan budaya dalam membangun narasi geopark.

"Ketiga unsur tersebut harus saling terhubung sehingga dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai nilai yang dimiliki Geopark Bojonegoro," jelasnya.

Setelah dari PIG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Biosite Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum 13 dan Rumah Singgah Wonocolo. Rombongan juga meninjau kawasan Teksas Wonocolo dan Formasi Wonocolo Hargomulyo yang menjadi bagian dari kawasan tambang minyak tradisional, sekaligus salah satu geosite unggulan yang mencerminkan sejarah panjang industri perminyakan di Bojonegoro.

Di setiap lokasi, dilakukan simulasi penjelasan layaknya saat proses penilaian UNESCO berlangsung. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana latihan bagi pemandu geopark untuk menyampaikan informasi mengenai nilai geologi, hayati, dan budaya yang dimiliki setiap situs secara runtut dan mudah dipahami oleh pengunjung maupun asesor.

Kegiatan pra validasi ini menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan Geopark Bojonegoro dalam menghadapi tahapan evaluasi aUGGp. Berbagai masukan yang diberikan tim pendamping diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas interpretasi, pengelolaan situs, serta narasi besar Geopark Bojonegoro yang mengangkat keunikan warisan geologi berbasis cekungan migas yang berpadu dengan kekayaan hayati dan budaya masyarakat lokal. [mu]