Kepala Sekolah SLBN Tambahrejo Bojonegoro Masuk 10 Terbaik Ajang EJIES 2026
Kepala SLBN Tambahrejo, Nita Apriliasari, S.Pd. M.Pd

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Kabar membanggakan datang dari SLB Negeri (SLBN) Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Kepala Sekolah, Nita Apriliasari, S.Pd. M.Pd, berhasil meraih prestasi gemilang dengan masuk 10 besar terbaik dalam ajang EJIES (East Java Innovative Education Summit) 2026 tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro–Tuban. 

Prestasi ini diraih berkat inovasi pendidikan bertajuk GIRAS (Gerai Kreativitas Anak Disabilitas) yang diusung sebagai program unggulan sekolah.

Ajang EJIES merupakan kompetisi inovasi pendidikan yang bertujuan mendorong lahirnya berbagai gagasan kreatif dan solutif dari para pendidik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Jawa Timur. Pada kesempatan ini, Kepala SLBN Tambahrejo menghadirkan program GIRAS sebagai bentuk nyata upaya pemberdayaan peserta didik berkebutuhan khusus melalui pengembangan kreativitas dan kemandirian.

GIRAS (Gerai Kreativitas Anak Disabilitas) merupakan sebuah inovasi yang dirancang sebagai wadah bagi siswa untuk menyalurkan potensi, keterampilan, serta kreativitas yang mereka miliki. Melalui program ini, berbagai hasil karya siswa seperti kerajinan tangan, produk olahan sederhana, hingga karya kreatif lainnya dapat dipamerkan dan dipasarkan kepada masyarakat. Program ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan pada peserta didik.

Keberhasilan masuk dalam 10 besar EJIES 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan di SLBN Tambahrejo mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan anak disabilitas. Selain sebagai sarana pembelajaran, GIRAS juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh siswa berkebutuhan khusus kepada masyarakat luas.

Kepada blokBojonegoro.com, Sabtu (4/4/2026) Kepala SLBN Tambahrejo, Nita Apriliasari, S.Pd. M.Pd menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, serta berbagai pihak diantaranya Hai Chicken Tejo yang telah mensupport lahir dan berkembangnya inovasi ini. 

"Kami berharap Program GIRAS dapat terus berkembang dan menjadi wadah peserta didik untuk mandiri dan membuka peluang untuk berwirausaha mandiri," katanya.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi keluarga besar SLBN Tambahrejo untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi berkarakter, mandiri, dan unggul, serta memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak disabilitas. 

"Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, SLBN Tambahrejo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masa depan peserta didiknya," pungkasnya. [mad]