Percepat Entaskan Kemiskinan, PT ADS Bojonegoro Bakal Salurkan Gayatri ke 100 KPM
Salah satu KPM Gayatri tahun 2025 di Desa Mori, Kecamatan Trucuk saat memanen telur (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bojonegoro, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Bojonegoro bakal menyalurkan bantuan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) ke 100 keluarga penerima manfaat (KPM). 

Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang Co-creating Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/2/2026). Dalam forum tersebut, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) secara resmi menyatakan kesiapan mendukung program prioritas Pemkab Bojonegoro tahun 2026.

Rapat sinkronisasi dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro bersama Kepala Bappeda. Hadir pula sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu, serta Pertamina Sukowati, jajaran perbankan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Direktur Utama (Dirut) PT ADS, Mohammad Kundori mengungkapkan bahwa, pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan visi pembangunan daerah. Salah satu program unggulan yang akan dijalankan adalah dukungan terhadap Gayatri.

"Kami telah merencanakan sinergi program prioritas dengan menyalurkan bantuan program GAYATRI kepada 100 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Bojonegoro,” ungkap Kundori, Sabtu (28/2/2026).

Kundori menjelaskan, program Gayatri diharapkan menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat lapis bawah agar mampu mandiri secara finansial melalui sektor peternakan ayam petelur. Skema ini dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, PT ADS juga membidik aspek kelestarian lingkungan. Sejumlah program yang direncanakan antara lain pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta konservasi sungai melalui penanaman pohon keras dan produktif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala Bappeda Bojonegoro, Ahmad Gunawan Ferdiansyah menegaskan bahwa sinkronisasi program lintas sektor ini menjadi langkah krusial agar pembangunan berjalan efektif dan terarah.

“Pemerintah daerah menargetkan empat pilar utama dalam kerja sama tersebut, yakni pengentasan kemiskinan, konservasi lingkungan, peningkatan IPM, serta rehabilitasi lantai rumah sehat,” jelas Gunawan.

Senada dengan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengingatkan bahwa, beban pembangunan tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah daerah.

"Dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan melalui program CSR atau Pengembangan Masyarakat (PPM) di sektor migas, menjadi kunci keberhasilan target kita,” ujar Andik. [riz/mad]