Kontributor: Diki Alamzyah*
blokBojonegoro.com - Tiga atlet muda Kanor Fighting Academy (KFA) tampil impresif dan berhasil membawa pulang tiga medali pada ajang Muaythai Bupati Tuban Cup 2025, yang digelar 28–30 November di Kabupaten Tuban.
Riuh sorakan penonton dan atmosfer persaingan yang ketat, tidak menggoyahkan fokus para petarung muda asal Kanor tersebut.
Kejuaraan yang diikuti puluhan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur ini menjadi ajang penting untuk mengukur pembinaan prestasi di tingkat daerah. Bagi Kanor Fighting Academy, kompetisi tahun ini menjadi parameter keberhasilan latihan intensif yang dijalankan selama berbulan-bulan.
Hasilnya, Agus Bayu Faredza meraih Juara 2, sementara dua rekannya—Andika Maulana Juniarto dan Muhammad Nur Farhan—masing-masing menorehkan Juara 3. Ketiganya tampil solid dan menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Pelatih Kanor Fighting Academy, Abdul Muin, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, kami mengirimkan tiga atlet dan semuanya meraih medali. Walaupun belum juara satu, ini tetap prestasi yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurut Muin, para atlet telah menjalani persiapan ketat berupa sparring rutin, pendalaman teknik, serta pembentukan mental bertanding. Ia menilai atmosfer pertandingan tahun ini lebih kompetitif, sehingga setiap kemenangan memiliki nilai tersendiri.
Dukungan pembinaan juga disampaikan oleh Kiai Qomari, pembina Kanor Fighting Academy sekaligus Majelis Pendekar Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan agar selalu termotivasi untuk melangkah lebih jauh. Bagi para atlet, medali ini bukan titik akhir—melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kejuaraan yang lebih besar.
“Prestasi boleh sementara, tapi proses dan tekad akan hidup selamanya,” tuturnya.
Kiai Qomari, juga berharap Kanor Fighting Academy terus menjadi pilar pembinaan olahraga Muaythai, Tarung Bebas, MMA baik di tingkat daerah hingga nasional. Dengan raihan tiga medali tersebut, Kanor Fighting Academy menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet potensial.
"Alhamdulillah, pencapaian ini bisa menjadi bekal penting untuk menghadapi kejuaraan yang lebih besar di masa mendatang dan patut untuk dirayakan," tandasnya. [mad]
*Penulis adalah Abdindalem Sanggar Amreta Tisna Aksara.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published