33 Siswa Bojonegoro Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 Tingkat Jatim

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat Jawa Timur resmi dibuka pada Kamis (2/10/2025). Seluruh kabupaten/kota di Jatim mengikuti pembukaan secara daring melalui Zoom, termasuk Kabupaten Bojonegoro yang memusatkan kegiatan di MAN 1 Bojonegoro.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan dibuka langsung oleh Kabid Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugio. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa OMI bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk melatih siswa bersaing secara sehat, menumbuhkan kejujuran, serta menjadi tolok ukur mutu pendidikan madrasah di Jawa Timur.

"OMI adalah ajang untuk melatih anak-anak bersaing secara sehat, melihat mutu pendidikan, sekaligus memotivasi pengelola pendidikan agar mampu bersaing dengan lembaga lain," tutur Sugio.

Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, H. Amanulloh, melalui Kasi Pendma Kemenag Bojonegoro, H. Solihul Hadi, menjelaskan bahwa perlombaan digelar setelah sesi pembukaan.

"Untuk jenjang MA dan MI dimulai pukul 07.30 WIB pada Kamis, sedangkan jenjang MTs akan dilaksanakan pada Jumat," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Tahun ini, sebanyak 33 peserta dari Bojonegoro ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA), siswa akan berkompetisi di enam mata pelajaran, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi, dan Biologi.

Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) memperlombakan dua mata pelajaran, yaitu Matematika dan IPAS. Sedangkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan bersaing dalam tiga mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, dan IPS.

Pelaksanaan lomba dibagi ke dalam beberapa sesi. Kamis pagi, sesi pertama berlangsung pukul 07.30–09.30 WIB untuk Matematika, Fisika, dan Kimia, dilanjutkan sesi kedua pukul 10.00–12.00 WIB untuk Ekonomi, Geografi, dan Biologi.

Sesi ketiga digelar pukul 13.00–15.00 WIB khusus jenjang MI dengan mata pelajaran Matematika dan IPAS. Adapun jenjang MTs baru akan melaksanakan lomba pada Jumat (3/10/2025) pukul 07.30–09.30 WIB.

"Setiap kabupaten mengirimkan tiga peserta untuk tiap mata pelajaran yang dilombakan. Ada kemungkinan juara tiga di tingkat kabupaten justru bisa menjadi juara satu di tingkat provinsi, karena seleksi kembali dilakukan di level Jawa Timur," terang Solihul Hadi.

Olimpiade Madrasah Indonesia menjadi ajang prestisius untuk mengasah kemampuan akademik siswa madrasah. Lebih dari itu, OMI juga diharapkan melahirkan generasi muda berprestasi yang siap bersaing hingga ke tingkat nasional. [feb/mad]