Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com – Sebanyak 200 pemuda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro mengikuti Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda dan Kompetisi Wiramuda tahun 2025. Acara pembukaan digelar di Andrawina Ballroom Aston Hotel, dengan mengusung tema Bedah Mindset Usaha bagi Kemajuan Ekonomi Pemuda, Kamis (18/9/2025).
Kegiatan ini digelar Pemerimtah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran.
Para peserta dibagi ke dalam delapan bidang usaha, antara lain, Budidaya ikan, Peternakan kambing (ruminansia), Peternakan unggas, Smart farming melon & sayuran hidroponik, Smart farming anggur, Olahan pangan pertanian, Master of Ceremony (MC), dan bidang Konten kreator
Bootcamp berlangsung di lokasi mitra masing-masing selama tiga hari, dengan pendekatan praktik langsung. Bahkan untuk bidang konten kreator, jumlah peserta mencapai 60 orang, terbanyak di antara bidang lain.
Selain pelatihan, hingga workshop "Bedah Mindset Usaha Bagi Kemandirian Ekonomi Pemuda", peserta juga akan mengikuti Kompetisi Wiramuda dengan total hadiah Rp72 juta. Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan teknis, membangun jejaring, hingga menumbuhkan daya saing pemuda.
"Setelah tiga hari digembleng di masing-masing bidang, hasilnya akan dilombakan dalam kompetisi Wiramuda. Ini untuk melatih kemandirian sekaligus keberanian bersaing," jelas Arief.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, yang hadir dalam acara pembukaan, menegaskan pentingnya mencetak wirausaha muda sebagai solusi pengangguran. Berdasarkan data BPS, angka pengangguran terbuka di Bojonegoro mencapai 28.669 orang atau 3,69 persen.
"Dari 1,3 juta lebih penduduk Bojonegoro, sekitar 480 ribu adalah pemuda. Tantangannya besar, karena ada 28 ribu lebih yang masih menganggur. Melalui kegiatan ini, kita harapkan lahir wirausaha baru yang mampu menjadi penopang ekonomi daerah," tegasnya.
Wabup juga membetibpesan motivasi mendalam pada segenap peserta booth camp. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang tiba-tiba.
"Semua perintis pasti berawal dari nol. Jatuh bangun itu hal biasa, yang penting punya mental untuk bangkit. Karena hidup ini adalah perjuangan," pesannya.
Program ini juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mendorong UMKM naik kelas. Pemerintah menargetkan angka pengangguran dapat ditekan hingga 6.116 orang dalam RPJMD Bojonegoro. [feb/mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published