Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Sebuah unggahan dari warga Bojonegoro di media sosial memicu perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, seorang pria bernama Benjamin Sesko membagikan pengalaman dramatis terkait pelayanan persalinan di Puskesmas Dander, yang nyaris membuat istrinya kehilangan nyawa karena dugaan kelalaian.
Benjamin menuturkan bahwa istrinya mengalami pembukaan besar saat masih di rumah. Ia menggambarkan kondisi saat itu: kasur dan pakaian sudah bersimbah air ketuban, sementara sang istri menahan sakit yang ia ibaratkan "seperti orang sakaratul maut".
Keluarga segera membawa sang ibu hamil ke Puskesmas Dander. Namun, sesampainya di sana, menurut Benjamin, petugas menyatakan bahwa pasien "belum mau melahirkan" karena baru mengalami pembukaan satu. Sementara itu, istrinya terus merintih kesakitan akibat kontraksi hebat.
"Bukannya dibimbing cara pernapasan atau diarahkan sesuai ilmunya, petugas malah asik ngobrol dengan temannya di belakang," tulis Benjamin dalam unggahan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa karena ini merupakan persalinan pertama, sang istri belum memahami teknik pernapasan yang benar saat kontraksi.
Tak lama kemudian, kondisi pasien memburuk. Puskesmas akhirnya memutuskan untuk merujuknya ke RS Fatma Bojonegoro menggunakan ambulans. Dalam perjalanan, pasien mengalami kesulitan bernapas dan hampir kehilangan kesadaran.
Setibanya di RS Fatma, dokter langsung mengambil tindakan cepat dengan menggunting jalan lahir sebagai upaya penyelamatan ibu dan bayi.
"Ibu tepat datang sebelum ketuban habis," kata dokter kepada Benjamin saat itu. Berdasarkan keterangan medis, sang ibu nyaris kehabisan air ketuban, yang dapat membahayakan janin.
Unggahan Benjamin langsung dibanjiri komentar dari warganet. Beberapa pengguna media sosial mengaku memiliki pengalaman serupa dengan pelayanan di Puskesmas Dander.
Akun Amin L II mengisahkan pernah datang ke puskesmas tersebut usai kecelakaan untuk membersihkan luka, namun tidak ada petugas yang melayani meski telah dipanggil.
Pengguna lain, Anis Febri, mengungkapkan pengalamannya saat masa pandemi. Ia menyebut pasien yang hendak melahirkan di puskesmas tersebut justru langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa penanganan awal yang memadai.
Gagas Jangan Pangestu, warga Dander, menyatakan keterkejutannya setelah mengetahui pelayanan di puskesmas setempat disebut seburuk itu. Banyak komentar dari warganet menyarankan agar kasus ini diviralkan atau dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bojonegoro serta media massa agar ada tindakan lebih lanjut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
"Kami akan melakukan pengecekan terhadap kronologi pelayanan di Puskesmas Dander, termasuk klarifikasi kepada tenaga kesehatan yang bertugas saat itu," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (16/8/2025). [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published