Kontributor: Sutopo
blokBojonegoro.com - Tidak sedikit masyarakat yang berada di sekitar hutan memanfaatkan sebagian lahan Perhutani untuk bercocok tanam, lantaran mereka tidak memiliki ladang maupun petak tanah yang bisa digunakan untuk menanam. Alhasil, lahan persil adalah solusinya.
Salah satunya Bu Prem, seorang petani warga Dusun Jonopuro Desa Deling Kecamatan Sekar adalah penggarap lahan milik Perhutani.
Meski petak tanah milik Perhutani dekat dengan pemukiman warga dan rawan longsor, hal itu tidak menyurutkan niat Bu Prem untuk bisa bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, lahan garapan milik Perhutani yang ia tanami jagung tersebut sudah mendapatkan izin dari Perhutani setempat, dengan catatan masyarakat yang menggarap harus memberikan uang atau bagi hasil.
"Boleh digarap, tapi harus memberikan uang kepada pihak Perhutani," terang Bu Prem, yang tidak mau menyebutkan nominalnya.
Ditambahkan, selain harus membayar, warga yang menggarap lahan persil juga diwajibkan ikut merawat pohon jati yang ditanam. [top/mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published