Sedekah Bumi Desa Margomulyo, Rawat Tradisi dan Perkuat Guyub Warga

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Suasana kebersamaan terasa di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat setempat menggelar rangkaian Sedekah Bumi Desa Margomulyo tahun 2026, Rabu (23/9/2026).

Tradisi tahunan tersebut, tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi warga sekaligus mempererat silaturahmi, kerukunan dan gotong royong.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sedekah Bumi dan Pengajian Dusun Lemahbang yang berlangsung pukul 07.00-09.00 WIB di halaman rumah H. Darminto, RT 17 RW 02 Dusun Lemahbang. Dalam kegiatan tersebut, warga mengikuti pengajian yang menghadirkan KH. Mukhlason Rosyid sebagai pembicara.

Kemeriahan kemudian berlanjut di Dusun Medayun melalui kegiatan Sedekah Bumi dan Kirab Gunungan yang dipusatkan di Makam Umum Dusun Medayun.

Kirab gunungan menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian warga. Berbagai hasil bumi disusun dalam bentuk gunungan kemudian dibawa dalam kirab sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil pertanian.

Tidak berhenti di sana, rangkaian Sedekah Bumi Desa Margomulyo dilanjutkan dengan pagelaran Tayub di RT 03 RW 01 Dusun Medayun.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam setiap rangkaian kegiatan. Warga dari berbagai kalangan turut hadir, mulai dari anak-anak, pemuda, orang tua hingga para sesepuh desa.

Ketua Panitia Sedekah Bumi Desa Margomulyo, Darus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Semangat dan kekompakan masyarakat luar biasa. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi Desa Margomulyo,” ujar Darus.

Darus juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Menurutnya, kemeriahan Sedekah Bumi akan semakin bermakna apabila dibarengi dengan semangat menjaga persaudaraan dan gotong royong.

Sementara itu, Kepala Desa Margomulyo, Arif Rohman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat yang dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, warga masyarakat Desa Margomulyo semakin guyub, rukun, kompak dan sejahtera. Mari kita jaga kebersamaan, gotong royong dan kerukunan yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” ungkap Arif.

Sedekah Bumi juga menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

Selain menjadi bentuk rasa syukur, tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan bermasyarakat tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui hubungan sosial yang kuat.

Dengan semangat guyub, rukun dan gotong royong, lanjut Arif, Sedekah Bumi Desa Margomulyo 2026 diharapkan terus menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam merawat tradisi sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun desa.

"Tradisi yang terus dirawat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi turut menjadi penguat hubungan antarwarga dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. [riz/mad]