Setahun, Warga Kota Meningkat 3.454 Jiwa
Selasa, 08 Januari 2013 13:00:49 Setahun, Warga Kota Meningkat 3.454 Jiwa

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com -
Tahun ini jumlah penduduk Bojonegoro yang tinggal di perkotaan diperkirakan mencapai 99.526. Tahun lalu penduduk kota sebesar 96.072 jiwa atau meningkat 3.454 jiwa. Sedangkan total penduduk Bojonegoro mencapai 1.472.885.

Jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Ngambon sebesar 13.329 orang. Jumlah penduduk di Kecamatan Kota didominasi perempuan sebanyak 49.950 dan laki-laki 49.576.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapilduk) Bojonegoro, Soehono mengatakan, meningkatnya jumlah penduduk kota dipicu urbanisasi dan perubahan desa menjadi kota.

Urbanisasi merupakan persoalan yang hingga kini belum menemukan solusinya. Sedangkan perubahan desa menjadi kota disebabkan banyak hal, mulai dari meningkatnya jumlah dan kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi yang tak lagi bertumpu pada sektor pertanian, hingga membaiknya infrastruktur.

"Makin banyak penduduk perkotaan berarti makin banyak penduduk yang berpeluang menikmati infrastruktur yang baik," katanya.

Kesejahteraan masyarakat pun meningkat karena mereka yang di kota memiliki peluang ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang lebih baik dibanding yang tinggal di desa.

Menurut Soehono, perkembangan di kota belum dibarengi produktivitas warga justru turun. Bertambahnya penduduk kota sebenarnya bisa memberi dampak positif bagi kota maupun bagi daerah tempat asal mereka. Namun, banyak pemerintah kota tidak mengantisipasi hal itu dengan infrastruktur yang memadai sehingga dampak positif dari makin besarnya jumlah penduduk justru menjadi bencana.[oel/ang]

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Berita Terkait : Dispenducapil, perkotaan
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Jumat, 02 Desember 2016 23:00:32 BloKers Peduli 2016 Besok, Penyaluran Donasi Tahap 1 di Kabalan Besok, Penyaluran Donasi Tahap 1 di Kabalan
    Melihat kondisi Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang miris, karena akses keluar desa susah, tim BloKers Peduli Banjir 2016 memutuskan untuk menyalurkan bantuan ke desa yang terisolir tersebut. Rencananya aksi bersama itu digelar Sabtu (3/12/2016) besok, pukul 09.00 WIB pagi.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 03 Desember 2016 10:00:29 Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah Perkuat Ideologi Kader, GP Ansor Gayam Datangkan Pengurus Wilayah
    Demi mempertajam dan menguatkan ideologi kader, PAC GP Ansor Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro melakukan kajian tentang kondisi ansor dan dinamika tantangan kedepan. dihadirkan sebagai pemateri tersebut M.Hasan Bisri dari Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur pada Jumat (2/12/2016) di Mushola Al Hasani Desa Cengungklung.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...